Hancur Saat Agresi Militer Belanda II, Pemerintah Optimalkan Revitalisasi Tugu Koperasi Tasikmalaya

2 Min Read
Kawasan Tugu Koperasi Tasikmalaya. (Foto: ayobandung)

Mabur.co – Pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan gencar melakukan rekonstruksi bangunan bersejarah di Indonesia.

Salah satu bangunan yang juga akan direkonstruksi kembali adalah Kawasan Tugu Koperasi di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

Saksi Gerakan Koperasi

Kawasan ini menjadi saksi penting lahirnya gerakan koperasi Indonesia. Di lokasi inilah pernah berdiri Gedung Pusat Koperasi Kabupaten Tasikmalaya (PKKT), yang didirikan pada 1934.

Pada 12 Juli 1947, gedung tersebut bahkan pernah menjadi lokasi Kongres Koperasi Pertama Indonesia. Kongres inilah yang kemudian menjadi dasar penetapan 12 Juli sebagai Hari Koperasi.

Namun sayangnya bangunan tersebut hancur setelah terkena serangan saat Agresi Militer Belanda II pada 1949. Sejumlah dokumen penting terkait Kongres Koperasi Pertama juga ikut hilang dalam peristiwa tersebut.

Meski bangunan aslinya telah lama musnah, jejak sejarahnya tetap melekat pada kawasan Tugu Koperasi. 

Sejarah itulah yang ingin diingat dan dihidupkan kembali melalui upaya revitalisasi. Tak hanya bangunan gedung PKKT, revitalisasi juga akan menyasar lingkungan di sekitar kawasan.

Yakni sebagai kawasan sejarah koperasi yang dapat menjadi ruang edukasi, budaya, sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.

Warisan Budaya

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, mengatakan upaya revitalisasi ini diharapkan dapat menghidupkan kembali kawasan itu sebagai warisan budaya yang dapat dinikmati dan dipelajari masyarakat.

“Konteks ini harus kita tempatkan di dalam sejarah yang sangat penting, terlebih bagaimana mengubah Kawasan Tugu Koperasi ini menjadi tempat living heritage atau situs budaya yang hidup,” kata Fadli dalam rilis yang diterima mabur.co, Minggu (26/7/2026).

Menurutnya, Tasikmalaya memiliki posisi penting dalam sejarah ekonomi rakyat. Daerah tersebut sejak dahulu dikenal sebagai salah satu pusat produksi dan aktivitas ekonomi masyarakat di Jawa Barat.

Karena itu, sejarah koperasi di Tasikmalaya tidak hanya penting untuk dikenang, tetapi juga dapat menjadi pijakan untuk melihat kembali semangat ekonomi kerakyatan.

Fadli berharap, kawasan Tugu Koperasi dapat segera ditetapkan sebagai cagar budaya nasional.

Ia juga mendorong agar kawasan tersebut tidak berhenti sebagai monumen sejarah. Setelah direvitalisasi, kawasan itu diharapkan menjadi ruang yang aktif digunakan untuk kegiatan edukasi, kebudayaan, dan pengembangan ekonomi masyarakat. ***

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar