Hari Harimau Sedunia, Momentum Selamatkan Harimau dari Ancaman Kepunahan

4 Min Read
Tiger resting in tall, lush green grass, looking to the left.
Ilustrasi Harimau sedang berburu mangsa di hutan (Foto: ANTARA)

Mabur.co – Tanggal 29 Juli diperingati sebagai Hari Harimau Sedunia (International Tiger’s Day).

Peringatan ini dicetuskan sejak tahun 2010 lalu, sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dunia terhadap pentingnya konservasi harimau, melindungi habitat alami mereka, sekaligus menghentikan ancaman kepunahan akibat maraknya perburuan liar yang terjadi di seluruh dunia.

Meskipun hewan yang satu ini merupakan spesies yang cukup mengerikan ketika dibiarkan lepas ke alam terbuka, namun hewan bercorak loreng orange dan hitam ini tetaplah sangat penting bagi alam, karena berfungsi sebagai predator puncak, serta mampu menjaga keseimbangan ekosistem hutan.

Selain itu, keberadaan harimau (atau di Indonesia kerap disebut sebagai macan) dalam ekosistem hutan juga berfungsi mengontrol jumlah hewan pemakan tumbuhan, agar hewan-hewan lain yang ada di sana (hutan) tidak merusak vegetasi hutan secara berlebihan.

Sehingga bisa dibilang, harimau merupakan “polisi” di dalam kawasan hutan (polisi hutan), yang berfungsi menjaga dan menyeimbangkan hutan dari berbagai ancaman yang melanda setiap harinya.

Dilansir dari laman Direktorat Jenderal KSDAE, Rabu (29/7/2026), berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan, untuk dapat melindungi harimau dari ancaman kepunahan.

1. Hentikan Perusakan Hutan

Hutan merupakan habitat utama dari harimau. Untuk itu, keberadaan ekosistem yang satu ini juga perlu dijaga sedemikian rupa, agar keberlangsungan harimau yang tinggal di dalamnya juga ikut terjaga.

Karena dengan merusak hutan, hal itu sama saja dengan merusak tempat tinggal harimau, sekaligus membiarkan hewan ini pindah ke alam terbuka (tempat tinggal manusia). Tentunya Anda tidak ingin jika harimau itu justru mengaum di rumah Anda, bukan? (Kecuali Anda mampu menjinakkan harimau)

2. Menjaga Satwa Buruan Harimau

Selain menjaga hutan yang menjadi tempat tinggal harimau, Anda juga perlu menjaga hewan-hewan lainnya yang menjadi mangsa harimau dalam mencari makan, misalnya rusa dan juga babi hutan.

Dengan menjaga satwa-satwa yang menjadi buruan harimau, secara tidak langsung Anda juga ikut menjaga kelangsungan hidup harimau, sekaligus mencegahnya dari ancaman kepunahan.

3. Tidak Melakukan Perburuan Liar

Salah satu yang menjadi pemicu ancaman kepunahan harimau adalah adanya oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab, dan ingin menjadikan kulit harimau sebagai aset untuk pembuatan produk-produk tertentu, seperti tas, dompet, sabuk, atau bahkan dijadikan mitos bagi kalangan masyarakat tertentu, yang masih mempercayai potongan kulit harimau sebagai benda yang bisa memberi kewibawaan, perlindungan, atau kekebalan fisik.

Meskipun kulit harimau memang memiliki kegunaan yang sangat baik untuk kelangsungan hidup manusia, namun kelangsungan hidup mereka sendiri juga tetap perlu mendapat perhatian khusus dari manusia itu sendiri. Agar spesies mereka tidak segera punah begitu saja.

4. Mendukung Patroli Hutan

Masyarakat juga bisa mendukung kegiatan patroli hutan yang dilakukan oleh Polisi Kehutanan (Polhut), Masyarakat Mitra Polhut (MMP), dan petugas dari instansi pengelola kawasan hutan.

Selain itu, masyarakat juga bisa melaporkan kepada pihak terkait jika mengetahui atau melihat adanya dugaan perusakan hutan atau spesies harimau, dengan menghubungi Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) tingkat provinsi atau kabupaten terdekat, serta kantor polisi terdekat (Polsek/Polres).

Untuk tingkatan nasional, Anda juga bisa menghubungi Kementerian Kehutanan serta WWF (World Wide Fund for Nature) Indonesia, yakni sebuah organisasi konservasi alam global yang beroperasi di Indonesia.

***

Meskipun harimau merupakan spesies yang cukup berbahaya sekaligus mematikan (jika dibiarkan di alam lepas), namun kehidupannya tetap harus dilestarikan sampai kapan pun.

Karena menjaga kelangsungan hidup harimau sama dengan menjaga kelangsungan hutan (tempat tinggal harimau), yang menjadi penghasil oksigen bagi alam (termasuk yang ditinggali manusia). Tak heran hutan kerap disebut sebagai “paru-paru dunia”. (*)

Share This Article
Avatar photo
Lulusan program studi Jurnalistik STMM Yogyakarta, Jurnalis mabur.co, Writing Is Journey Of My Life
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar