Lestarikan Kawasan Pesisir, Ratusan Mahasiswa Bersihkan Pantai Trisik 

4 Min Read
Group of volunteers on a beach collecting litter, passing filled bags toward a central pile by the sea.
Sejumlah mahasiswa UNY saat melakukan aksi bersih pantai di Pantai Trisik. (Foto: JH Kusmargana)

Mabur.co – Suasana kawasan Pantai Trisik yang terletak di Kalurahan Banaran, Kapanewon Galur, Kulon Progo, Minggu (2/8/2026) nampak berbeda dari biasanya. Pantai yang biasanya sepi itu nampak ramai dipenuhi oleh ratusan mahasiswa.

Uniknya mereka datang bukan untuk berlibur atau bertamasya, melainkan melakukan aksi nyata berupa kegiatan bersih pantai. Dengan membawa kantong plastik, mereka tampak berjalan kaki menyusuri bibir pantai. 

Pungut Sampah

Dengan cekatan mereka memungut satu per satu sampah organik maupun anorganik yang berserakan di sepanjang kawasan pantai, sebelum kemudian mengumpulkan dan memilah sesuai jenis.

Aksi tersebut merupakan bagian dari kegiatan Peduli Pantai Lestari 2026 yang diikuti ratusan mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Para mahasiswa saat melakukan aksi bersih pantai. (Foto: JH Kusmargana)

Digagas oleh Himpunan Mahasiswa Departemen Bisnis dan Keuangan, Fakultas Vokasi, bersama Himpunan Mahasiswa Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan, UNY, kegiatan bersih pantai ini digelar sebagai bentuk kepedulian pada mahasiswa terhadap kelestarian kawasan pesisir.

Habitat Satwa Penyu Lekang

Pantai Trisik sendiri dipilih sebagai lokasi, karena dianggap menjadi salah satu kawasan pesisir yang kerap menghadapi persoalan sampah. Di sisi lain, pantai ini juga dikenal sebagai habitat penting bagi berbagai jenis satwa, termasuk penyu lekang yang dilindungi.

Ketua panitia, Hata Laksana serta Inez Fauziyah, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar aksi bersih-bersih pantai semata, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter dan kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan.

Suasana para mahasiswa saat melakukan pelepasan tukik di Pantai Trisik. (Foto: JH Kusmargana)

“Melalui kegiatan ini kami ingin meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan pesisir agar tetap bersih, asri, dan lestari untuk masa depan,” ujarnya.

Selama beberapa jam, para peserta menyisir sepanjang garis pantai untuk mengumpulkan sampah yang terbawa ombak maupun ditinggalkan pengunjung. Sampah yang terkumpul kemudian dipilah berdasarkan jenisnya agar dapat dikelola lebih lanjut.

Usai membersihkan pantai, para mahasiswa bersama-sama melepas tukik ke laut. Pelepasan anak penyu itu menjadi simbol komitmen menjaga keseimbangan ekosistem pesisir sekaligus mengingatkan pentingnya melindungi satwa yang hidup di kawasan Pantai Trisik.

Panitia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi mampu mengubah pola pikir mahasiswa agar lebih peduli terhadap lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Pelepasan tukik ke laut (Foto: JH Kusmargana)

“Kami berharap teman-teman semakin sadar pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Semoga kebiasaan ini tidak berhenti di sini, tetapi bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Hata.

Antusiasme juga dirasakan para peserta. Salah seorang mahasiswa, Nismara, mengaku baru pertama kali mengikuti kegiatan pelestarian lingkungan di kawasan pantai. Baginya, pengalaman membersihkan pantai bersama teman-teman sekaligus melepas tukik menjadi pengalaman yang berkesan.

“Seru bisa bersih-bersih pantai bersama teman-teman baru. Apalagi ikut melepas tukik. Semoga pantai ini tetap bersih dan semua satwanya bisa terus lestari,” ujarnya.

Melalui Peduli Pantai Lestari 2026, para mahasiswa diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang mampu mengajak masyarakat menjaga kebersihan pantai. 

Melalui langkah sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan, aksi ini diharapkan dapat memberi dampak besar bagi kelestarian kawasan pesisir dan kehidupan satwa yang terdapat di dalamnya.

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar