Mabur.co – Masyarakat Padang Pariaman, Sumatra Barat, punya tradisi unik untuk menyambut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Tradisi itu biasa disebut Malamang Mauluik Gadang.
Tradisi membuat makanan tradisional khas Minangkabau yakni Lamang ini digelar Pemerintah Kota Padang Pariaman di Masjid Raya IKK Ali Mukhni, Parit Malintang, Senin (24/8/2026).
Pelestarian Makanan Tradisional
Tradisi Malamang tidak hanya menjadi kegiatan memasak makanan tradisional saja, tetapi juga menjadi bagian untuk mengajarkan nilai-nilai gotong royong, kebersamaan dan pelestarian adat yang diwariskan secara turun-temurun.
Dilansir website resmi Pemkab Padang Pariaman, Selasa (25/8/2026), prosesi Malamang digelar sejak Minggu kemarin.
Pihak panitia bersama Bundo Kanduang telah menyiapkan berbagai bahan yang diperlukan. Mulai dari memilih bambu hingga menyiapkan ketan dan santan.
Pada hari pelaksanaan, prosesi Malamang atau membuat Lamang pun dimulai dengan memasukkan adonan ketan yang telah dibumbui ke dalam ruas bambu yang telah dilapisi daun pisang.
Bambu-bambu tersebut kemudian disusun berjajar di atas bara api. Lamang ini kemudian dipanggang secara perlahan sambil terus dibolak-balik hingga matang.
Bagi masyarakat Minangkabau, tradisi Malamang bukan sekadar tradisi membuat makanan tradisional Minangkabau Lamang.
Lebih dari itu, tradisi ini merupakan upaya memupuk rasa gotong royong, kebersamaan, dan kesabaran masyarakat. Selain itu tradisi ini juga menjadi ungkapan rasa syukur masyarakat menyambut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
Perpaduan Agama dan Budaya
Selama tiga hari pelaksanaan, tradisi Mauluik Gadang ini juga akan dimeriahkan dengan beragam kegiatan yang memadukan tradisi keagamaan dan budaya Minangkabau.
Sejumlah kegiatan itu antara lain Lomba Qasidah Rabana, Lomba Bintang Qasidah, Tabliq Akbar, Syarafal Anam, Salawat Dulang, Arak-arak Bungo Lado, serta Makan Bajamba.
Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menyebut tradisi Mauluik Gadang tidak hanya menjadi momentum untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi ruang untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai agama serta budaya yang hidup di tengah masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat agar menjadikan tradisi Malamang Mauluik Gadang ini sebagai ruang untuk mempererat silaturahmi, memperkuat persatuan serta mengenalkan tradisi Padang Pariaman kepada generasi muda dan para perantau yang pulang kampung.
Melalui tradisi ini masyarakat Padang Pariaman diharapkan dapat menjunjung tinggi adat dan budaya sebagai bagian penting dari kehidupan masyarakat dan terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
