Tingkatkan Gizi Keluarga, Warga Donomulyo Budidayakan Ayam Petelur di Pekarangan Rumah - Mabur.co

Tingkatkan Gizi Keluarga, Warga Donomulyo Budidayakan Ayam Petelur di Pekarangan Rumah

Mabur.co – Sejumlah warga Dusun Wareng, Kalurahan Donomulyo, Kapanewon Nanggulan, Kulon Progo, sukses meningkatkan sekaligus mencukupi kebutuhan gizi keluarga dengan membudidayakan ayam petelur. 

Bagaimana tidak, dengan memanfaatkan program bantuan Ayam Merah Putih dari pemerintah pusat, mereka berhasil menyulap lahan pekarangan kosong dan terbengkalai menjadi kandang ternak ayam modern dengan sistem baterai.  

Meski sebelumnya hanya bekerja serabutan di sawah atau ladang, kini sebanyak 15 orang warga yang tergabung dalam kelompok Ternak Ngudi Rahayu ini pun bisa memiliki pekerjaan baru. Yakni menjadi petani sekaligus peternak ayam, yang mampu meningkatkan perekonomian keluarga mereka. 

Ketua Kelompok Ternak Ngudi Rahayu, Paryono, mengaku membudidayakan sebanyak 600 ekor ayam petelur jenis Lohmann Brown yang terkenal sangat produktif, di kandang kelompok miliknya.

Budi daya tersebut dimulai dengan memasukkan pullet atau ayam muda  betina berusia 15 hingga 16 minggu dengan bobot rata-rata 1,1 hingga 1,2 kilogram.

“Pada usia sekitar 20 minggu, ayam sudah mulai bertelur. Estimasinya produksi telur yang dihasilkan bisa mencapai minimal sekitar 30 kilogram telur per hari,” jelas Paryono kepada mabur.co.

Selain bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan protein keluarga, telur hasil panen juga dapat dijual untuk menambah penghasilan anggota kelompok. Dengan masa produktif ayam petelur yang dapat mencapai dua tahun, usaha ini pun dinilai cukup menjanjikan. 

“Bahkan setelah masa bertelurnya selesai, ayam afkir masih bisa kita jual untuk konsumsi. Sehingga akan memberikan pemasukan tambahan bagi peternak,” katanya.

Warga membudidayakan ayam petelur dengan sistem kandang baterai. (Foto: JH Kusmargana)

Selain bisa dijual ke tetangga sekitar, telur hasil panen usaha budi daya ayam petelur ini juga dapat dimanfaatkan untuk menyuplai kebutuhan bahan baku program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ada di tiap wilayah kalurahan.

“Selain bisa dijual ke tetangga sekitar, telur hasil budi daya ini, nanti juga bisa digunakan untuk menyuplai kebutuhan program MBG (Makan Bergizi Gratis).  Karena kebutuhan telur di SPPG itu sangat besar. Jadi soal penjualan tidak ada masalah,” katanya.

Di Kabupaten Kulon Progo sendiri tercatat ada sebanyak 7 kelompok penerima bantuan Program Ayam Merah Putih dari pemerintah pusat.

Seluruhnya tersebar di empat wilayah kecamatan dan tujuh kalurahan, yakni Panjatan, Wates, Pengasih, dan Nanggulan. Total bantuan yang disalurkan mencapai 4.200 bibit ayam petelur lengkap dengan sarana dan prasarana pendukung.

Penelaah Teknis Kebijakan Bidang Produksi dan Pengembangan Usaha Peternakan, Dinas Pertanian dan Pangan, Kabupaten Kulon Progo, Helaria Rangga Dobo, menyebutkan, bahwa setiap kelompok ini menerima 600 ekor bibit ayam petelur beserta fasilitas penunjang.

“Bantuan yang diberikan meliputi bangunan kandang, kandang baterai, instalasi air minum, pakan, obat-obatan, hingga vitamin,” ujarnya.

Disamping bertujuan meningkatkan gizi keluarga sekaligus kesejahteraan peternak, Program Ayam Merah Putih yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto ini juga diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan nasional. Khususnya dalam membantu penyediaan telur untuk Program Makan Bergizi Gratis.

Untuk memastikan keberhasilan program ini, Dinas Pertanian dan Pangan, Kabupaten Kulon Progo, sendiri berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan secara berkelanjutan.

Baik itu melalui pelatihan teknis budi daya, manajemen pakan, hingga penerjunan tim dokter hewan guna mengantisipasi serangan hama dan penyakit. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *