Lupakan Generasi Emas 2045 Jika Masih Kesulitan Penuhi Gizi Sehari-hari - Mabur.co

Lupakan Generasi Emas 2045 Jika Masih Kesulitan Penuhi Gizi Sehari-hari

Oleh: Azka Qintory

Pertengahan tahun 2023 lalu, pada periode kedua kepemimpinan Presiden Joko Widodo (2019-2024), ia sudah menargetkan satu wacana besar bagi bangsa Indonesia dalam jangka panjang, yakni program bernama “Indonesia Emas 2045”.

Program ini secara umum menargetkan Indonesia sebagai negara maju dan menjadi salah satu kekuatan besar di dunia, termasuk di bidang ekonomi. Apalagi pada tahun tersebut, Indonesia akan genap berusia satu abad (100 tahun).

Proyek ambisius tersebut kedengarannya begitu “romantis”, karena di usia yang mencapai satu abad, Indonesia digadang-gadang akan menjadi salah satu negara maju di dunia. Sesuatu yang nyaris tidak pernah terpikirkan di zaman Presiden SBY maupun pemimpin-pemimpin sebelumnya.

Namun, pada 2026 ini, atau 19 tahun lagi menuju usianya yang ke-100, Indonesia tampak masih belum menunjukkan tanda-tanda akan menjadi negara maju dalam waktu dekat.

Problem klasik seperti kemiskinan, pembangunan yang tidak merata dan hanya terfokus di Pulau Jawa, serta problem paling akut yakni korupsi, masih terus menghiasi pemberitaan nasional maupun internasional sampai hari ini.

Selain beberapa problem di atas, satu permasalahan lainnya yang tidak kalah mengkhawatirkan adalah tentang pemenuhan gizi masyarakat. Ya, kualitas gizi rakyat Indonesia sampai saat ini masih terbilang buruk, setidaknya untuk dapat dikatakan sebagai salah satu negara maju dalam 19 tahun mendatang.

Beberapa masalah gizi yang kerap dialami oleh masyarakat di antaranya stunting (pertumbuhan tinggi badan di bawah standar), kekurangan zat gizi mikro (vitamin, mineral, kalsium, zat besi, dan sebagainya), hingga sebaliknya yakni kelebihan gizi atau obesitas.

Keluarga Masih Kesulitan Ekonomi

Di luar soal kurangnya asupan gizi yang dialami oleh sebagian besar masyarakat Indonesia, terutama dari kalangan menengah ke bawah, satu perhatian utama juga tertuju pada bagaimana tingkat kesejahteraan keluarga.

Karena bagaimana pun, generasi emas 2045 akan berasal dari sosok-sosok yang pada hari ini masih anak-anak, dan sebagian besar dari mereka hampir pasti masih tinggal bersama keluarganya, atau ayah-ibunya.

Sehingga jika ayah-ibunya saja masih mengalami kesulitan ekonomi, termasuk dalam memenuhi kebutuhan makan (sehat) sehari-hari, bagaimana bisa anaknya akan menjadi pilar emas pada Indonesia Emas 2045 mendatang?

Apalagi, kesulitan ekonomi juga kerap berkontribusi pada permasalahan di lingkungan keluarga dalam beberapa tahun terakhir.

Bahkan tak jarang permasalahan tersebut berakhir dengan perceraian. Pada akhirnya, anak-anak generasi emas 2045 adalah mereka yang berasal dari keluarga broken home, sehingga kemungkinan besar anak ini sudah tumbuh dengan tidak optimal sejak 19 tahun lalu atau lebih.

Meskipun sejak awal 2025 lalu, Presiden Prabowo Subianto telah meluncurkan program MBG (Makan Bergizi Gratis) sebagai salah satu upaya untuk memperbaiki kualitas gizi anak-anak penerus bangsa, namun hal itu tidak sepenuhnya menjamin bahwa 19 tahun lagi mereka akan benar-benar menjadi pemimpin masa depan bangsa sebagai negara maju di dunia.

Lagi pula, MBG juga tidak diberikan setiap hari dan tiga kali sehari. Apalagi persebarannya sejauh ini juga masih belum merata, serta masih banyak kasus keracunan di sana-sini.

Alih-alih menjadi generasi emas pada 19 tahun mendatang, eh anak-anak ini tau-tau malah keracunan akibat program dari negara, yang katanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi generasi penerus bangsa.

Daripada sibuk mengkampanyekan “Indonesia Emas 2045” yang sarat akan janji politik, lebih baik pemerintah perbaiki dulu segala macam permasalahan yang terjadi di tahun 2026 ini.

Karena apa yang dilakukan di tahun ini, sudah pasti akan berpengaruh terhadap nasib Indonesia 19 tahun mendatang ketika memasuki usia satu abad. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *