Pelestarian Cagar Budaya Gereja Blenduk, Abadikan Arsitektur Kolonial Berbentuk Kubah

2 Min Read
White church with a red dome, two clock towers, and a columned portico under a blue sky.
Gereja Blenduk di Semarang, Jawa Tengah. Sumber: Instagram

Mabur.co – Gereja Blenduk di Semarang, Jawa Tengah, memiliki nilai sejarah dan arsitektur penting. Gereja Blenduk dibangun pada 1753 dan direnovasi pada 1895.

Bangunan tersebut masih mempertahankan karakter arsitektur kolonial, termasuk bentuk kubah atau blenduk yang menjadi ciri khas.

Dalam rilis yang diterima mabur.co, Sabtu (29/8/2026), Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, meninjau Gereja Blenduk atau Gereja GPIB Immanuel di kawasan Kota Lama Semarang, Jawa Tengah, tersebut.

Warisan Budaya Kota Lama

Menurut Menbud, Fadli Zon, Gereja Blenduk merupakan bagian penting dari warisan budaya Kota Lama Semarang yang perlu terus dijaga keberadaan dan kelestariannya.

Menurutnya, pelestarian tidak hanya dilakukan dengan mempertahankan kondisi fisik bangunan, tetapi juga memastikan bangunan tetap digunakan dan memiliki fungsi di tengah kehidupan masyarakat.

“Gereja Blenduk atau Gereja GPIB Immanuel di Kota Lama Semarang dibangun pada 1753, kemudian direnovasi pada 1895. Gereja ini juga merupakan salah satu cagar budaya nasional yang pertama di Kota Lama Semarang,” ungkap Menbud.

Orgel Tua

Menbud juga menyoroti keberadaan orgel tua yang menjadi bagian dari sejarah Gereja Blenduk. Kondisi orgel tersebut saat ini kurang berfungsi dan berharap rencana hibah dari Belanda dapat segera ditindaklanjuti.

Kementerian Kebudayaan, kata Menbud, berupaya memfasilitasi proses tersebut bersama instansi terkait agar orgel dapat kembali digunakan.

“Kami menerima informasi bahwa orgel yang ada di gereja ini kondisinya sudah cukup tua dan kurang berfungsi. Kita berharap nanti akan ada hibah dari Belanda dan tentu kita coba fasilitasi dengan instansi terkait agar orgel tersebut bisa segera difungsikan di sini,” katanya.

Menurut Menbud pula, keberadaan dan pemanfaatan Gereja Blenduk sebagai tempat ibadah menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya.

Ia berharap bangunan tersebut tetap terawat sekaligus terus digunakan oleh jemaat sehingga nilai sejarah dan fungsi sosialnya tetap hidup.

“Mudah-mudahan gedung ini juga terawat dengan baik dan menjadi living heritage, digunakan setiap minggu oleh para jemaat di Gereja Blenduk ini,” tambah Menbud. ***

Share This Article
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar