Pakar Konstruksi Ungkap Dugaan Penyebab Ambruknya Jembatan Gantung Pongpet Pangandaran, Berikut Ulasannya 

3 Min Read
Curved suspension rope bridge with red metal supports and safety netting, spanning a forested gorge.
Jembatan gantung Pongpet yang ambruk saat diresmikan bupati setempat belum lama ini. (Foto: Instagram)

Mabur.co – Sejumlah pakar mengungkap dugaan penyebab ambruknya jembatan gantung Pongpet di Dusun Margajaya, Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Jembatan merah putih sepanjang 60 meter itu diketahui tiba-tiba ambruk sebagian saat diresmikan rombongan Bupati Pangandaran bersama sejumlah pejabat, serta dilintasi sekitar 50 orang lainnya.

Kabel utama jembatan gantung atau angkur yang terlepas diduga menjadi salah satu penyebab jembatan gantung mengalami kerusakan. Hal itu terlihat dari sejumlah video yang beredar di media sosial.

Praktisi konstruksi jalan dan jembatan sekaligus dosen teknik sipil, Riski Wahyudi, mengatakan angkur merupakan bagian penting dalam konstruksi jembatan gantung. 

Komponen ini berfungsi untuk mengikat kabel utama sekaligus menyalurkan beban ke struktur fondasi sebuah jembatan sistem gantung.

Angkur Tidak Mampu Menahan Beban

Jika sambungan kabel dengan angkur tidak mampu menahan beban, kestabilan jembatan bisa terganggu.

“Selain angkur, yang perlu diperiksa adalah mutu material, proses pengerjaan, pengawasan konstruksi hingga perencanaannya,” kata Riski dikutip Kompas, Rabu (2/9/2026).

Riski menyebut, jembatan tersebut merupakan jenis jembatan gantung sederhana. Dari rekaman yang beredar, dia menilai kemungkinan kesalahan perencanaan perlu diperiksa, meski tidak bisa langsung disimpulkan hanya dari video.

Karena itu, pemeriksaan teknis menyeluruh diperlukan untuk mengetahui penyebab sebenarnya. Pemeriksaan dapat mencakup kabel utama, tali sling, sistem pengikat, angkur, fondasi dan material yang digunakan.

Sementara itu pihak TNI AD menyebut bahwa kerusakan jembatan merah putih Pongpet terjadi akibat faktor kelebihan beban.

50 Orang Melintas

Dinas Penerangan TNI AD menyatakan insiden itu terjadi setelah lebih dari 50 orang melintas secara bersamaan di atas jembatan. 

Jumlah itu disebut melampaui kapasitas yang telah ditentukan sehingga tali sling di sisi kiri terlepas dari pengikat utama dan membuat jembatan miring.

Dandim 0625/Pangandaran, Letkol Czi Citra Kurniawan, juga mengakui adanya kelalaian dalam pengendalian jumlah orang yang melintas saat prosesi peresmian. 

Hingga saat ini jembatan masih ditutup sementara. Tim teknis diterjunkan untuk mengevaluasi kondisi struktur dan melakukan perbaikan sebelum jembatan kembali digunakan.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Meski begitu sejumlah orang dilaporkan mengalami luka ringan, termasuk Bupati Pangandaran Citra Pitriyami dan Dandim Pangandaran, Letkol Czi Citra Kurniawan. 

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar