Ibu Sakit Kanker, Siswa SD Asuh Adik di Sekolah - Mabur.co

Ibu Sakit Kanker, Siswa SD Asuh Adik di Sekolah

Mabur.co – Suasana SD Negeri Gembongan, Salamrejo, Sentolo, Kulon Progo, pagi itu nampak normal seperti biasanya. Sejumlah siswa terlihat antusias melakukan aktivitas belajar mengajar, baik itu di dalam maupun luar ruangan kelas, dengan didampingi guru mereka. 

Namun ada satu anomali yang nampak tak biasa. Seorang anak balita berusia sekitar 3 tahun, tanpa mengenakan seragam sekolah, terlihat ikut serta dalam kegiatan belajar mengajar para siswa.

Ia nampak selalu menempel dan tak bisa jauh dari seorang siswa kelas III bernama Ariendra Ralea Irgantari (10) atau akrab disapa Ralea.  

Belakangan diketahui balita berusia 3 tahun itu merupakan adik kandung dari Ralea. Selama kurang lebih 1 bulan terakhir, Ralea memang selalu mengajak Reyfan Elcaraka (3), adik pertamanya, ikut ke sekolah setiap hari, akibat tidak ada orang rumah yang bisa merawatnya. 

“Sudah 3 mingguan ini adik ikut ke sekolah. Karena tidak ada orang di rumah. Mama sakit dan harus menjalani radioterapi,” ujarnya, Rabu (28/1/2026). 

Ralea bersama adiknya saat ditemui di sekolahnya, SD Gembomongan, Sentolo, Kulon Progo. (Foto: JH Kusmargana)

Ya, meski belum genap berusia 10 tahun, Ralea sudah harus ikut membantu merawat adiknya. Hal itu tak lepas dari kondisi keluarganya.

Ibu Ralea merupakan seorang janda beranak 3 yang ditinggal pergi suaminya. Ia juga tengah dalam kondisi sakit karena mengidap penyakit kanker payudara. 

Meski telah menjalani operasi sekitar 6 bulan lalu, sang ibu masih harus menjalani perawatan kemoterapi secara rutin, hampir setiap hari.

Jarak rumah sakit pun cukup jauh yakni di wilayah Banguntapan, Bantul, atau sekitar 27 kilometer dari rumah kontrakannya di Salamrejo, Sentolo. 

Dengan kondisi lemah, sang ibu jelas tidak sanggup jika harus pergi ke rumah sakit seorang diri dengan mengendarai sepeda motor, sambil membawa kedua anak balitanya.

Dari situlah Ralea berinisiatif mengajak salah satu adiknya untuk ikut ke sekolah. 

Biasanya, Ralea dan adiknya berangkat ke sekolah dengan mengenakan sepeda mini pada pagi hari sekitar pukul 07.30.

Mereka baru akan pulang sekitar pukul 02.00 saat semua proses pembelajaran di sekolah selesai. 

Saat proses pembelajaran berlangsung, adik Ralea nampak selalu berada di dekatnya. Ia bahkan kerap ikut masuk ke dalam kelas dan duduk di sampingnya.

Meski secara ketentuan tidak diperbolehkan, pihak sekolah akhirnya mengizinkan Ralea membawa adiknya dengan alasan kemanusiaan.

“Adiknya biasanya ikut masuk ke kelas. Kadang sama ibu guru diberikan kegiatan menggambar atau mewarnai. Tapi kalau bosan akan pergi ke luar kelas untuk bermain di teras,” ujar Kepala SD Negeri Gembongan, Pri Hastuti Komarul, kepada mabur.co

Ralea bersama adiknya. (Foto: JH Kusmargana)

Pri sendiri mengaku, memberikan izin pada Ralea untuk ke sekolah sambil merawat adiknya karena sejumlah pertimbangan. Selain sebagai bentuk rasa kemanusiaan, hal itu juga dilakukan sebagai bagian dari pendidikan karakter bagi siswa lainnya. 

“Apa yang dilakukan Ralea ini bisa menjadi contoh bagi siswa lainnya agar bisa belajar memiliki sikap kedewasaan dan rasa tanggung jawab untuk membantu keluarga,” katanya. 

Meski harus belajar sambil mengasuh adiknya, Ralea nampak tetap bisa mengikuti pembelajaran sebagaimana siswa lainnya. Di sekolah ia bahkan termasuk siswa yang menonjol dari sisi akademik. 

“Ralea itu termasuk siswa yang rajin dan pintar. Saat terpaksa tidak bisa masuk sekolah karena ibunya sakit, dia tetap bisa mengejar pelajaran dengan cepat. Di sekolah dia juga termasuk anak yang pandai bergaul,” katanya.

Ralea sendiri mengaku senang bisa membantu mengasuh adiknya sambil bersekolah. Ia mengaku, tidak merasa terganggu dengan keberadaan adiknya itu.

Ia bahkan lebih memilih merawat adiknya sambil tetap bisa bersekolah, dibanding hanya merawat adiknya di rumah dan tak bisa bersekolah.

“Iya cita-citanya pengen jadi dokter dan bangun rumah sakit sendiri. Biar bisa mengobati orang-orang yang sakit,” ungkapnya. *** 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *