Mabur.co – Kekeringan ekstrem yang melanda Swiss justru membuka jejak peninggalan Romawi kuno yang selama ini terkubur di bawah tanah.
Hal itu setelah para arkeolog menemukan sejumlah struktur kuno di wilayah sekitar Avenches, kanton Vaud, Swiss.
Uniknya temuan tersebut baru terlihat dari udara setelah tanaman di atas tanah mengering akibat suhu panas ekstrem.
Dikutip dari Reuters, Kamis (1/10/2026), para arkeolog menggunakan drone untuk memotret ladang di sekitar Avenches setiap hari selama musim panas.
Foto Drone Menguak Rahasia Semesta
Dari foto-foto tersebut, kemudian muncul pola yang menunjukkan keberadaan bangunan peninggalan kota Aventicum, bekas ibu kota Helvetia Romawi sekitar 2.000 tahun lalu.
Jejak yang terlihat antara lain pemandian air panas, rumah, jalan, hingga kemungkinan sebuah kuil. Sebagian besar berada di kawasan yang sebelumnya belum pernah digali secara langsung.
Arkeolog Jordan Anastassov, menyebut temuan tersebut sebagai salah satu penemuan paling penting di kawasan itu dalam beberapa dekade terakhir.
Para peneliti kemudian memasukkan struktur baru tersebut ke dalam peta arkeologi menggunakan warna ungu. Peta itu sekaligus memperbaiki sejumlah bagian yang sebelumnya masih kosong atau belum diketahui secara pasti.
Fenomena tersebut terjadi karena tanaman yang tumbuh di atas struktur bangunan terkubur mengalami kondisi berbeda ketika kekeringan melanda.
Tanaman di atas tanah yang memiliki struktur atau material tertentu di bawahnya dapat lebih cepat layu sehingga membentuk pola yang terlihat dari udara.
Beberapa jejak yang ditemukan antara Juni hingga Agustus kemudian menghilang setelah ladang dipotong dan suhu mulai turun. Namun, sejumlah struktur masih terlihat hingga September karena cuaca hangat dan kering terus berlangsung.
Arkeolog Berencana Lakukan Presentasi
Aventicum sendiri berkembang sebagai pusat penting pada masa kekuasaan Romawi sebelum secara bertahap mengalami kemunduran ketika serangan kelompok Jermanik meningkat mulai abad ketiga.
Para arkeolog kini berencana mempresentasikan temuan tersebut kepada peneliti lain. Penggalian lebih lanjut juga dapat dilakukan untuk memastikan fungsi sejumlah bangunan yang baru teridentifikasi.
“Kami tidak akan mengharapkan kekeringan. Tetapi kami akan memanfaatkan situasi ini sebaik mungkin dan terus mencari,” kata Pierre Blanc, direktur penggalian situs tersebut. ***
