Hari Santri 2026, dari Kota Tegal sampai Pesisir Mandar

3 Min Read
Group of smiling girls in white hijabs waving green and white flags at a rally.
Peringatan Hari Santri Nasional. (Foto: NU OL)

Mabur.co – Tahun ini Hari Santri tidak libur, tapi suaranya lebih keras dari tahun lalu. Pemerintah tetapkan Hari Santri 2026 bukan hari libur nasional.

Tema resmi Kemenag: Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas, ditetapkan lewat SE Menteri Agama No 6 Tahun 2026 oleh Menteri Nasaruddin Umar untuk menegaskan kontribusi santri dalam pembangunan nasional, tulis twaslnews1.twaslnews.com, dikutip mabur.co, Kamis (22/10/2026).

Peringatan Hari Santri di Tegal

Dalam edaran itu disebut, tema Hari Santri 2026 menegaskan bahwa santri bukan sekadar pewaris tradisi keilmuan Islam, tetapi kekuatan penting dalam membangun masa depan Indonesia.

Di Jawa, puncaknya tahun ini bukan di Jakarta. Puncak peringatan tingkat provinsi dijadwalkan berlangsung di Kota Tegal pada 22 Oktober 2026 melalui sarasehan santri, Jateng Bersalawat, dan upacara Hari Santri Nasional, tulis infonasional.com.

Di Jateng sejak 19 Oktober sudah dimulai Ngaji Bandongan Kitab Adabul Alim wal Muta’allim karya KH Hasyim Asy’ari di Wisma Perdamaian Semarang, diikuti ASN, akademisi, santri.

Wagub Taj Yasin bilang: tradisi pesantren tidak hanya untuk santri, tapi untuk umum.

Peringatan Hari Santri di Mandar

Sementara itu di Mandar, Sulawesi Barat, hari ini lebih wangi kopi dan anyaman sarung. Kantor Wilayah Kementerian Agama menggelar Expo Kemandirian Pesantren di Pondok Pesantren Darul Mahfudz, Lekopa’dis, Kabupaten Polewali Mandar, Senin, 19 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Santri Nasional 2026 dan Perkemahan Pramuka Santri tingkat provinsi, tulis infonasional.com.

Ketua DWP Kanwil Kemenag Sulbar, Maulidya Adnan, potong pita. Expo itu menghadirkan 10 stan dari Ponpes Hasan Yamani, Fatimah Az-Zahra, Salafiyah Parappe, As’adiyah Wonomulyo.

Produknya, minyak kelapa Mandar, sarung sutra, sambal tumpang. Kanwil Kemenag Sulbar menempatkan pengembangan keterampilan dan kewirausahaan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kreativitas, inovasi, dan daya saing santri.

Kepala Kanwil Adnan Nota bilang penguatan kebersamaan menjadi fokus, bukan sekadar seremonial, tulis infonasional.com.

Sama-sama Saling Menguatkan untuk Negeri

Sementara itu, di Parappe, Campalagian, Polewali Mandar, Ustaz Yusri, bilang: “Kalau di Jawa santri menguatkan negeri dengan teknologi, di Mandar kami menguatkan negeri dengan kemandirian.

Anak santri kami yang dulu hanya ngaji, sekarang dapat beasiswa santri, kuliah di Polman, buka usaha ikan. Itu sumbangsih nyata beasiswa.”

Itu yang membedakan 2026: ada PBNU juga pakai tema kedua “Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri” dengan instruksi apel serentak, layanan kesehatan gratis, ziarah ulama, serta mujahadah untuk Palestina.

Sebagaimana nasehat ulama Mandar: “Mua melo’ tau mammesa tau, tania sangga akkalang tonganna. Sipa’ anna ampe macoa dzisiolai.” Kalau mau kuat bersama, akal saja tidak cukup, harus saling menopang dalam kebaikan.

Hari ini, di Tegal santri bersalawat, di Polewali Mandar santri menguatkan kapasitas interpreneurship. Sama-sama menguatkan untuk negeri. ***

Share This Article
Cartoon man singing into a microphone, holding a sheet of paper, wearing a hat and scarf against an orange background.
Sastrawan, Antropolog.
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar