Kalah Populer, Ketoprak Tobong di Kulon Progo Punah

Mabur.co – Meski menghadirkan sejumlah seniman kondang seperti Kirun, Marwoto Kawer, Kadir, hingga Didik Nini Thowok, pentas pertunjukan ketoprak tobong yang digelar di Omah Penthoel Art Space, Pengasih, Kulon Progo, Sabtu (31/1/2016) malam kemarin terbilang tak terlalu banyak penonton. 

Selain karena sempat diguyur hujan, jumlah penonton yang hadir untuk menyaksikan kesenian tradisional ini, juga nampak tak seramai saat pentas pertunjukan kesenian lainnya. Seperti misalnya saat pertunjukan kesenian jatilan yang selalu ramai disesaki penonton.

Selain karena kalah populer dari kesenian lainnya, saat ini banyak masyarakat yang ternyata tidak mengenal dan mengetahui apa dan bagaimana ketoprak tobong. 

Kirun dan Marwoto tampil dalam pementasan ketoprak tobong di Pengasih Kulon Progo Sabtu 3112026 Foto JH Kusmargana

Mayoritas pengunjung bahkan mengaku datang ke tempat ini, hanya karena ingin melihat sosok seniman-seniman kondang yang tampil. 

Tak sedikit dari mereka juga tidak mengetahui perbedaan antara ketoprak tobong dan ketoprak konvensional. 

“Seumur-umur saya juga belum pernah melihat ketoprak tobong.  Baru pertama kali ini melihat, karena memang penasaran. Pengen tahu seperti apa perbedaannya,” ujar salah seorang warga, Rahmat, asal Jatimulyo, Girimulyo, kepada mabur.co. 

Hal yang sama juga diungkapkan pengunjung lainnya, Maryono, asal Srikayangan, Sentolo. Datang jauh-jauh dari tempat tinggalnya ke Omah Penthoel Art Space, ia mengaku ingin melihat pertunjukan ini agar bisa mengetahui seperti apa ketoprak tobong.

“Setahu saya ketoprak tobong itu populer di masa lalu. Tapi kalau ditanya apa perbedaannya dengan ketoprak yang sekarang, saya juga tidak tahu,” ungkapnya. 

Ketidaktahuan masyarakat pada ketoprak tobong ini dapat dipahami karena memang kesenian tradisional ini sudah sangat jarang dimainkan dan ditemui di tengah masyarakat. 

Pementasan ketoprak tobong dengan lakon Sekartaji Tundung di Pengasih Kulon Progo Sabtu 3112026 Foto JH Kusmargana

Kepala Dinas Kebudayaan Kulon Progo, Joko Mursito, bahkan menyebut saat ini keberadaan ketoprak tobong di Kulon Progo sudah Punah. Atau tidak ada kelompok kesenian yang memainkannya. 

“Di Kulon Progo sudah tidak ada. Karena memang jarang ada masyarakat yang mau ‘menanggap’ misalnya untuk acara hajatan. Ini saja kita harus mendatangkan dari Madiun, Jawa Timur,” ujarnya. 

Menurut Joko, semakin menurunnya minat masyarakat terhadap kesenian ketoprak tobong terjadi karena berbagai faktor. Salah satunya adalah perubahan tren di masyarakat yang terus berjalan dari waktu ke waktu.

“Tiap kesenian itu punya tren dan masanya sendiri. Memang dulu ketoprak tobong pernah mengalami masa kejayaannya. Tapi sekarang tren memang sudah berubah,” ungkapnya. 

Didik Nini Thowok tampil dalam pementasan ketoprak tobong di Pengasih Kulon Progo Sabtu 3112026 Foto JH Kusmargana

Atas dasar itulah, Joko mengaku berupaya menggelar pementasan kesenian tradisional ketoprak tobong ini. Yakni selain untuk bernostalgia atau mengenang kejayaan ketoprak tobong, juga untuk mengenalkan kesenian ini kepada generasi muda. 

“Minimal anak-anak muda bisa tahu dan mengenal ketoprak tobong. Sehingga harapannya mereka bisa tertarik dan mau melestarikan. Apalagi Kulon Progo ini ketopraknya cukup maju dan sering memenangi berbagai ajang lomba. Baik tingkat DIY maupun nasional,” pungkasnya. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *