Mabur.co – Rumahku surgaku, Rumahku istanaku.
Dua ungkapan itu mungkin sudah sering Anda dengar sejak lama, yang menggambarkan bagaimana rumah merupakan tempat yang paling nyaman untuk kembali, guna melepaskan diri dari penatnya segala aktivitas yang membelenggu selama seharian penuh.
Dalam mendesain rumah pun, banyak cara yang bisa dilakukan, untuk benar-benar merepresentasikan dua ungkapan di atas.
Salah satunya dengan menjadikannya sebagai “rumah Islami”.
Ya, rumah bernuansa Islami sudah mulai banyak ditemukan di pinggiran kota-kota besar, terutama bagi mereka yang memiliki ilmu agama Islam yang cukup kuat, dan ingin menjadikan huniannya sebagai representasi dari ilmu keagamaannya tersebut.
Sekaligus mewujudkan dua ungkapan di atas, yakni rumah sebagai surga dan juga istana bagi setiap penghuninya.
Desain rumah bernuansa Islami tidak sekadar hiasan kaligrafi, melainkan memadukan tata ruang yang mampu menjaga batasan privasi (pemisahan area publik dan privat), keberadaan area ibadah khusus, hingga lingkungan perumahan yang mendukung nilai-nilai keislaman.
Selain itu, rumah bernuansa Islami juga memperhatikan betul bagaimana optimalisasi sirkulasi udara, pencahayaan alami, dan ruangan yang luas di setiap sudutnya. Sehingga mampu menciptakan kenyamanan bagi siapa saja yang menggunakan atau berkunjung ke tempat tersebut.
Dilansir dari laman BTN Properti, Selasa (2/6/2026), berikut adalah beberapa ciri khas utama dari hunian bernuansa Islami yang bersifat kekinian.
1. Batasan Area Publik dan Privat yang Jelas
Agama Islam diketahui sangat menjunjung tinggi privasi dari setiap individu. Oleh karena itu, rumah bernuansa Islami juga mengedepankan sudut-sudut ruangan yang mampu menjaga privasi dari setiap orang secara menyeluruh.
Memisahkan Ruang Tamu dan Ruang Keluarga: Area ruang penerimaan tamu (ruang tamu) sengaja dibuat terpisah dari area keluarga. Hal ini dilakukan demi menjaga privasi dan kenyamanan anggota keluarga inti yang berada di dalam.
Penyekat Ruangan: Desain rumah Islami biasa menggunakan partisi atau tirai yang fleksibel, khususnya jika rumah tersebut berkonsep terbuka (open space), sehingga pandangan dari luar tetap dibatasi.
2. Area Ibadah Khusus
Sebagai rumah bernuansa Islami, tentunya tidak akan lengkap rasanya jika tidak menyediakan ruangan khusus untuk beribadah, yang menjadi tempat untuk salat, tadarus, berdoa kepada Allah SWT, dan lain sebagainya.
Untuk itu, penting bagi setiap rumah bernuansa Islami memiliki semacam Musala di dalamnya.
Di sinilah Anda bisa lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Sehingga tidak perlu lagi “meminjam ruangan lain” untuk melaksanakan ibadah, dan seterusnya.
Namun pastikan lokasi Musala atau tempat ibadah khusus itu sudah menghadap kiblat dengan tepat. Serta jauhkan dari potensi suara-suara bising yang berasal dari ruangan lain, seperti suara televisi atau sumber-sumber kebisingan lainnya.
Setelah itu, berikan karpet yang lembut atau permadani bermotif geometris, untuk menambah atmosfir kehangatan dalam ruang ibadah tersebut.
3. Sirkulasi Udara dan Cahaya Alami yang Menyejukkan
Salah satu ciri rumah yang tenang (sebagai identitas rumah bernuansa Islami yang menghargai privasi individu) adalah menghadirkan kesejukan alami dan aliran udara yang lancar di setiap sudut ruangannya.
Taman di Tengah Rumah (Inner Court): Rumah bernuansa Islami biasanya turut menghadirkan area hijau atau kolam ikan di tengah hunian, untuk memberikan sensasi relaksasi visual dan suara gemericik air yang menenangkan.
Jendela Geometris: Tersedia pula ornamen kisi-kisi kayu atau kaca patri berpola geometris (khas arsitektur Islam) untuk menyaring cahaya matahari secara cantik tanpa terlihat menyilaukan.
4. Dekorasi yang Sesuai Syariat
Sebagai rumah bernuansa Islami, tentunya setiap dekorasi di dalamnya juga perlu menampilkan segala sesuatu yang sesuai dengan syariat Islam itu sendiri, yang bisa dibilang penuh dengan aroma “Kearab-araban”.
Hindari Patung dan semacamnya: Rumah bernuansa Islami umumnya tidak menjadikan hiasan patung atau pajangan makhluk hidup (manusia/hewan) sebagai bagian dari ornamen dalam huniannya, karena hal itu dapat menghalangi keberkahan dan masuknya malaikat.
Kaligrafi Islami: Sebagai gantinya, tambahkan bingkai seni kaligrafi ayat-ayat suci Alquran untuk mempercantik dekorasi di rumah Islami Anda.
Paduan Warna Lembut: Urusan warna dalam rumah Islami juga tidak bisa sembarangan. Pilihlah warna-warna netral atau earthy tone (cokelat muda, terakota, putih, biru lembut) yang secara psikologis dapat memberi efek damai.
Rumah bernuansa Islami tentunya tidak akan sempurna apabila tidak bersih, penuh debu beterbangan, dan berantakan di dalamnya. Padahal, demi menjunjung ketenangan yang menjadi ciri khas hunian Islami, kebersihan adalah segalanya.
Area Bersih: Tata letak kamar mandi usahakan tidak menghadap atau membelakangi arah kiblat, dan selalu sediakan sandal khusus untuk setiap area basah (yang hanya digunakan di kamar mandi).
Minimalis: Rumah Islami juga tetap harus bersifat minimalis. Artinya tidak banyak menumpuk banyak barang terpusat di satu titik, dan semacamnya. Karena konsep rumah yang rapi dan sederhana adalah ruang yang lapang (luas), dan mampu menciptakan suasana sejuk dan menenangkan pikiran.
***
Sebelum memikirkan atau merencanakan hunian bernuansa Islami, pastikan Anda memiliki budget yang sesuai dengan keperluan Anda, sesuai dengan poin-poin yang telah disampaikan di atas.
Karena terkadang, bukannya kita tidak ingin memiliki rumah bernuansa Islami, namun faktor luas tanah, perizinan, ketersediaan ruangan, serta tentunya tantangan budget atau anggaran, menjadi penghalang utama yang akhirnya membuyarkan rencana mulia tersebut. (*)

