Mabur.co- Kabar duka datang dari dunia seni rupa Indonesia. Maestro seni lukis kontemporer, Nasirun, meninggal dunia di Rumah Sakit AMC Muhammadiyah Yogyakarta pada Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 05.58 WIB.
Kepergian seniman yang telah memberi warna penting bagi perkembangan seni rupa Indonesia itu meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga, sahabat, kolektor, hingga komunitas seni yang selama ini mengenalnya.
Kenangan Peci
Tokoh masyarakat Yogyakarta, GBPH Prabukusumo, menuturkan, peci yang digunakan dulu harganya cuma ratusan, sekarang sudah Rp2.000.000. Ini merupakan pemberian almarhum Nasirun.
“Saya main ke rumahnya beberapa tahun yang lalu. Selain peci, dulu Nasirun pernah melukis di sarang burung love bird,” katanya.

Prabukusumo memang dikenal dekat dengan pelukis-pelukis di Yogyakarta, termasuk Enip Sukadana dan Nasirun.
“Saya selalu menyampaikan bahwa kalau melukis itu pakai masker. Karena bau minyak dari bahan melukis bisa masuk ke paru-paru, tapi mereka itu risih tidak mau memakai masker saat melukis,” katanya.
Merasa Sangat Kehilangan
Prabukusumo juga merasakan, hari ini merasa kehilangan pelukis yang mempunyai kreativitas luar biasa.
“Jadi kreativitas Nasirun itu bisa melukis apa saja di media apa saja. Dia melakukan itu dan saya dapat cerita dari tokoh Agung Tobing. Saat itu Nasirun diajak Putra Sampoerna ke Amerika. Dia duduk di pinggir kolam. Kemudian dia langsung punya ide melukis di kaca. Kaca itu langsung dilukis bertema gelombang air yang ada di kolam tersebut. Ide dari Nasirun itu sangat kreatif sekali. Selain melukis bertema gelombang air kolam, Nasirun pernah melukis mobil. Media apa pun beliau bisa melukis, itu yang saya sangat apresiasi terhadap Nasirun,” ucapnya.
Prabukusumo teringat sebetulnya juga pernah berjanji ingin bertemu. Tetapi belum sempat. Sampai Nasirun meninggal.
“Kita doakan semuanya mudah-mudahan Nasirun diterima di sisi Allah, diberikan tempat surga dan diterima ibadahnya,” katanya. ***
