Pemerintah Wacanakan Pembangunan Museum Haji, Tampilkan Jejak Sejarah Haji Indonesia dari Masa ke Masa

2 Min Read
Umat Islam sedang menjalankan ibadah haji di Makkah. (Foto: Pexels)

Mabur.co – Pemerintah berencana membangun Museum Haji Indonesia yang menyimpan dan menampilkan jejak sejarah perhajian di Indonesia dari masa ke masa.

Sejumlah benda koleksi mulai dari arsip perjalanan, foto jemaah masa lalu, dokumen perhajian, hingga artefak sejarah perkembangan haji Indonesia direncanakan akan menjadi koleksi museum tersebut. 

Dikutip dari RRI.co.id, Sabtu (24/10/2026), rencana pendirian museum itu saat ini tengah dibahas Kementerian Haji dan Umrah bersama Kementerian Kebudayaan RI.

Pusat Edukasi dan Literasi Sejarah

Selain untuk mengangkat perjalanan haji sekaligus kontribusinya terhadap sejarah bangsa, keberadaan museum ini juga diharapkan dapat menjadi pusat edukasi, penelitian, dan literasi sejarah yang dapat diakses masyarakat, khususnya generasi muda.

Guna memperkaya dokumentasi sejarah, pemerintah mengaku akan melakukan upaya penelusuran sumber ke berbagai lembaga, termasuk museum dan pusat arsip di Belanda. 

Pasalnya lembaga-lembaga tersebut diperkirakan menyimpan berbagai dokumen yang berkaitan dengan perjalanan haji masyarakat Indonesia pada masa lalu, khususnya di era Pemerintahan Kolonial.

Selain itu museum ini nantinya juga direncanakan akan mengangkat kontribusi sejumlah ulama, santri, serta tokoh-tokoh haji dalam pergerakan nasional, pendidikan, serta pembaruan sosial keagamaan.

Sejumlah tokoh tersebut antara lain Haji Oemar Said Tjokroaminoto, Haji Ahmad Dahlan, Haji Hasyim Asy’ari, Haji Agus Salim, hingga Haji Samanhudi.

Jejak Pertukaran Ilmu

Menurut Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, sejarah haji Indonesia tidak hanya berkaitan dengan perjalanan ibadah ke Tanah Suci, tetapi juga menyimpan jejak pertukaran ilmu, perjuangan, dan perkembangan kesadaran kebangsaan.

“Sejarah haji Indonesia bukan semata-mata tentang perjalanan ibadah ke Tanah Suci. Di dalamnya terdapat jejak perjuangan, pertukaran ilmu, dan kontribusi ulama serta santri dalam membangun kesadaran kebangsaan,” ujar Dahnil, dikutip RRI.co.id.

Ia berharap kerja sama dengan Kementerian Kebudayaan dapat membantu merawat warisan sejarah tersebut agar dapat dipelajari masyarakat luas.

“Melalui kerja sama dengan Kementerian Kebudayaan, kami ingin menjajaki upaya merawat warisan sejarah ini. Agar dapat dipelajari oleh masyarakat luas,” katanya.

Sayangnya hingga saat ini pemerintah belum menjelaskan di mana lokasi museum akan dibangun, termasuk juga jadwal pembangunan maupun rincian koleksi yang akan dipamerkan.

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar