Mabur.co – Siapa bilang siswa madrasah tidak akrab dengan dunia kesenian dan tradisi? Seorang siswa MAN 2 Kulon Progo, Alkienat Gayuh Nacikal Lajalu atau yang akrab disapa Gayuh membuktikannya.
Dalang muda berbakat ini justru mampu tampil memukau dalam Gelar Seni dan Budaya Wayang Kulit dan Wayang Golek Anak Sanggar Cokro Kembang di Balai Kalurahan Sukoreno, Sentolo, Kulon Progo, Minggu hingga Senin (31 Mei–1 Juni 2026), kemarin.
Dalam acara yang digelar oleh Sanggar Cokro Kembang di bawah asuhan dalang senior Ki Suranto Hadi Sucipto, Gayuh tampil apik dengan membawakan lakon “Aji Narantaka”.
Lakon ini berkisah tentang perjuangan Gatotkaca memperoleh kesaktian melalui laku spiritual, pengendalian diri, keteguhan hati, dan pengorbanan.
Cerita itu mengandung pesan bahwa kekuatan sejati tidak hanya berasal dari kesaktian fisik, tetapi juga dari kemampuan menjaga kesabaran, mengendalikan hawa nafsu, dan menegakkan kebenaran.
Dalam dunia pewayangan, Aji Narantaka juga dimaknai sebagai simbol keberanian, kedisiplinan, keteguhan prinsip, serta kemenangan kebaikan atas kesombongan dan keangkaramurkaan. Nilai-nilai tersebut dinilai masih relevan dengan pembentukan karakter generasi muda saat ini.
Penampilan Mencuri Perhatian
Penampilan Gayuh berhasil mencuri perhatian penonton. Dengan penguasaan sabet, suluk, dialog tokoh, hingga penghayatan cerita yang matang, ia mampu membawakan kisah pewayangan secara menarik dan komunikatif.
Penampilannya menjadi bukti bahwa generasi muda masih memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian budaya adiluhung Nusantara.
Kepala MAN 2 Kulon Progo, Riza Faozi, sendiri mengaku turut mengapresiasi pencapaian siswanya tersebut.
“Kami merasa bangga karena salah satu siswa MAN 2 Kulon Progo mampu tampil dalam forum seni budaya yang bergengsi dan menjadi bagian dari upaya pelestarian warisan budaya bangsa. Penampilan Gayuh menunjukkan bahwa siswa madrasah tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan keagamaan, tetapi juga mampu berprestasi dalam bidang seni dan budaya. Semoga ini menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk terus mengembangkan bakat dan mencintai budaya Indonesia,” ungkapnya dalam rilis yang diterima Mabur.co, Rabu (3/6/2026).
Ia menambahkan bahwa pihak madrasah akan terus mendukung pengembangan potensi siswa sesuai minat dan bakat masing-masing, termasuk di bidang seni tradisional yang sarat nilai karakter, etika, dan kearifan lokal.
Partisipasi Gayuh dalam pagelaran tersebut menjadi bukti bahwa generasi muda mampu menjadi penerus sekaligus penjaga keberlangsungan budaya Nusantara.
Melalui seni pedalangan, nilai moral, kepemimpinan, keteladanan, dan kebijaksanaan dalam cerita wayang dapat terus diwariskan kepada generasi mendatang.
Sebelumnya, Gayuh juga pernah tampil mewakili Kapanewon Lendah dalam Festival Dalang Wayang Kulit Anak dan Remaja Kulon Progo.
Penampilannya kala itu mendapat apresiasi dan semakin mengukuhkan dirinya sebagai salah satu dalang muda berbakat dari Kulon Progo.

