Mabur.co – Manusia memang diciptakan Tuhan dengan sangat unik.
Bagaimana tidak, manusia bisa memiliki berbagai macam emosi di dalam dirinya. Entah itu marah, sedih, kecewa, kesal, senang, gembira, tertawa, terkejut, jijik, dan lain sebagainya.
Begitu pun saat melihat rentetan berita di media sosial maupun media konvensional lainnya.
Saat melihat berita, emosi manusia biasanya akan langsung berkecamuk. Dan diantara banyak unsur emosi di dalam diri manusia, biasanya ada dua jenis emosi yang paling dominan, yaitu marah dan juga bahagia.
Ya, manusia seringkali mengungkapkan perasaan marah atau bahagia, saat melihat berita yang dibaca atau disaksikan di layar ponsel mereka.
Padahal kalau diperhatikan lebih jauh, tidak semua berita yang dibaca atau disaksikan itu benar-benar relate dengan kehidupan mereka sehari-hari.
Umumnya berita yang cukup dominan menghiasi trending-trending viral adalah berita tentang politisi, artis, kasus kriminal, hingga konten joget-joget nggak jelas yang tiba-tiba saja nongol di beranda, dan seterusnya.
Dari sekelompok berita trending tersebut, manakah yang benar-benar berpengaruh terhadap hidup Anda? Mungkin saja jawabannya (hampir) tidak ada. Karena memang semua itu hanyalah sisi lain (framing) kehidupan orang lain, yang kebetulan dianggap menarik, lalu dijadikan berita sedemikian rupa, sampai akhirnya menjadi viral dan sampai ke genggaman ponsel Anda.
Namun lucunya, setiap melihat berita-berita tersebut, tiba-tiba saja Anda merasa marah ataupun bahagia, ketika membaca atau mendengarkan setiap narasi yang terbangun dalam berita-berita tersebut.
Padahal sekali lagi, hidup Anda tidak akan sama sekali berubah, setelah membaca berita-berita tersebut.
Misalnya ketika Anda membaca ada peristiwa kebakaran di salah satu rumah warga, akibat lupa mematikan kompor gas saat bepergian.
Berita itu kemudian membuat Anda bertanya-tanya sekaligus marah, “Apa yang sebenarnya dilakukan oleh orang di rumah ini, sehingga ia sampai lupa mematikan kompor di rumahnya sebelum bepergian?” dan seterusnya.
Anda pun mencoba untuk berpikir keras mengenai peristiwa di dalam berita ini. Lalu mencoba untuk mengumpulkan skenario demi skenario, terkait apa yang seharusnya dilakukan oleh orang yang diceritakan dalam berita tersebut.
Padahal, Anda hampir pasti tidak mengenal siapa orang yang lupa mematikan kompor tersebut, sampai-sampai rumahnya terbakar dan seterusnya.
Namun Anda dengan sukarela memikirkan “orang tak dikenal” ini begitu saja, bahkan tanpa diminta sekalipun.
Padahal, dengan atau tanpa membaca berita itu pun, Anda tetap butuh yang namanya makan, istirahat, tidur, dan kebutuhan dasar lainnya. Hidup Anda tetap sama saja seperti sebelumnya.
Tapi anehnya, emosi Anda seakan-akan ikut terbawa, setelah membaca butir demi butir informasi yang tersaji dalam sebuah berita. Meskipun Anda pasti tahu, informasi dalam berita itu tidak akan membawa dampak apapun terhadap hidup Anda, baik itu positif maupun negatif.
Daripada ikut memikirkan berita yang jelas-jelas tidak berhubungan sama sekali terhadap kehidupan Anda sehari-hari, mungkin ada baiknya untuk tetap fokus mengerjakan apa yang perlu dikerjakan, tanpa benar-benar mempedulikan apapun yang sedang viral di luar sana.
Karena tidak semua yang viral itu baik. Dan tidak semua yang viral itu juga perlu diketahui, sekalipun tujuannya adalah supaya “tidak ketinggalan berita”, dan lain sebagainya.
Lebih baik Anda ketinggalan berita (yang tidak penting), daripada Anda ketinggalan untuk memenuhi kebutuhan dasar dalam hidup Anda sehari-hari. (*)



