Saat Piala Dunia Jadi Panggung Terciptanya Tiga Kartu Kuning terhadap Satu Pemain

5 Min Read
Soccer referee raises a yellow card to a player during a match, with a Croatian team member in a red-and-white checkered jersey nearby.
Wasit Graham Poll (belakang) memberikan salah satu dari tiga kartu kuning kepada Josip Simunic, saat Kroasia menghadapi Australia di babak penyisihan grup F Piala Dunia 2006 (Foto: sport.de)

Mabur.co – Dalam sebuah pertandingan sepakbola, biasanya seorang pemain yang menerima dua kartu kuning akan langsung diusir keluar lapangan, serta harus menerima denda tertentu sesuai kesepakatan dalam kompetisi tersebut.

Namun pada perhelatan Piala Dunia 2006 yang berlangsung di Jerman, kejadian janggal sempat terjadi dalam pertandingan antara Kroasia menghadapi Australia di babak fase grup F pada tanggal 22 Juni 2006. Di mana wasit Graham Poll asal Inggris justru mengeluarkan hingga tiga kartu kuning kepada bek Kroasia, Josip Simunic, sebelum akhirnya mengusirnya keluar lapangan jelang laga usai (setelah mendapat kartu kuning ketiga).

Kejadian itu masing-masing terjadi di menit ke-61, 90, dan 90+3. Kartu kuning ketiga menjadi penanda berakhirnya partisipasi Simunic di laga terakhir fase grup tersebut.

Simunic yang saat itu bermain di klub Jerman, Hertha Berlin, juga tidak menyadari apa yang dilakukan oleh wasit asal Inggris tersebut kepadanya. Setelah kartu kuning keduanya, ia tetap santai-santai saja melanjutkan permainan, seolah-olah itu masih menjadi kartu kuning pertamanya di laga tersebut.

Laga yang berakhir dengan skor 2-2 tersebut, membuat Kroasia tersingkir dari turnamen, sementara Australia melaju ke babak 16 besar sebagai runner-up grup F di bawah Brazil. Langkah Australia pun terhenti di babak 16 besar tersebut, setelah dikalahkan oleh juara dunia saat itu, Italia, dengan skor 1-0.

Mengakui Kesalahan Fatalnya

Soccer referee in blue raises a yellow card while two players in red-and-white checkered jerseys look on on a green pitch in formation.
Bek Kroasia, Josip Simunic (depan) akhirnya menerima kartu merah dari wasit Graham Poll setelah mendapatkan kartu kuning ketiga di laga fase grup F menghadapi Australia di Piala Dunia 2006 (Foto: Mediotiempo)

Dikutip dari laman Transfermarkt, Sabtu (18/7/2026), Josip Simunic sendiri merupakan pemain Kroasia yang lahir dan tumbuh besar di Australia, tepatnya di Canberra. Kedua orang tua Simunic adalah imigran asal Kroasia (berdarah Kroasia-Bosnia), yang memutuskan untuk bermigrasi ke Australia pada pertengahan 1970-an.

Simunic pun sempat memiliki kewarganegaraan ganda, yakni Australia dan juga Kroasia. Namun, Simunic tetap mantap memilih Kroasia untuk karier internasionalnya, di mana ia telah mencatatkan 105 penampilan dengan torehan 3 gol, selama 12 tahun membela tim berseragam khas kotak-kotak tersebut.

Rupanya hal itu pulalah yang membuat Graham Poll kebingungan, hingga memberikannya tiga kartu kuning dalam pertandingan terakhir di fase grup F tersebut.

Dalam pernyataannya beberapa saat setelah laga tersebut, Graham Poll mengungkapkan bahwa ia salah menuliskan nama Simunic dalam catatan kartunya, karena ia terkecoh dengan cara bicara Simunic yang sangat mirip dengan aksen orang Australia, yang kebetulan merupakan lawan Kroasia pada pertandingan tersebut.

Graham pun mengakui kesalahan bodohnya tersebut, dan bertanggungjawab penuh atas kesalahan yang dibuatnya terhadap hukuman kartu kuning yang diterima Simunic di laga tersebut. Ia pun secara terang-terangan mendeskripsikan kesalahannya tersebut sebagai “kehilangan konsentrasi” serta “pulpen yang licin”, yang membuatnya mencatat nama Simunic dalam daftar hukuman pemain Australia.

Akibat kesalahannya tersebut, Graham pun dipecat oleh Komite wasit FIFA, dan dilarang kembali bertugas di sisa turnamen yang akhirnya dimenangkan Italia tersebut.

***

Kurang dari satu tahun setelah kejadian itu, tepatnya pada Mei 2007 (akhir musim 2006-07), Graham Poll pun memutuskan untuk pensiun total dari profesi perwasitan profesional. Di mana laga terakhir yang ia pimpin adalah babak play-off Championship Inggris antara Derby County menghadapi West Bromwich Albion di Stadion Wembley.

Sejak kesalahan di laga Kroasia vs Australia tersebut, nama Graham Poll terus tercoreng di dunia sepakbola profesional, meskipun hanya melakukan kesalahan kecil berupa penambahan satu kartu kuning tanpa memberikan kartu merah kepada salah satu pemain.

Setiap kali Graham muncul dan memimpin sebuah pertandingan, seolah namanya selalu dikait-kaitkan dengan insiden tiga kartu kuning tersebut (dan memiliki kemungkinan untuk terulang lagi di pertandingan selanjutnya yang ia pimpin), yang pastinya tidak pernah ada niatan untuk dilakukan secara sengaja.

Betapa mahalnya sebuah kesalahan kecil seorang wasit di ajang sebesar Piala Dunia, ketika momen kehilangan konsentrasi saja bisa merusak kariernya secara keseluruhan sebagai pengadil lapangan hijau. (*)

Share This Article
Avatar photo
Lulusan program studi Jurnalistik STMM Yogyakarta, Jurnalis mabur.co, Writing Is Journey Of My Life
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar