Hari Kartini, Waktu Terbaik Mengenang Penyanyi Lina Soebardja - Mabur.co

Hari Kartini, Waktu Terbaik Mengenang Penyanyi Lina Soebardja

Kalau di Hari Kartini banyak orang sibuk dengan perayaan ini-itu, pakai kebaya berjalan meliuk-liukkan badan di kantor, sekolahan, kampus, pasar, dan ruang seminar, maka saya justru memilih menghayati kembali suara penyanyi Lina Soebardja yang eksis di era 1980-an.

Waktu masih usia belia, berseragam merah dan putih, pastilah saya belum tahu apa maksud aliran musik pop jazz, yang saya pahami bahwa suara Lina Soebardja melalui lagu Hari Ini Hariku enak sekali didengarkan.

Suaranya tidak terlalu melengking, standar saja, nyaman di telinga, dan tentu senantiasa menggetarkan.

Baru beberapa waktu kemudian saya tahu bahwa lagu Hari Ini Hariku ternyata adalah juga lagu kedua di album Tito Soemarsono berjudul Kamu, yang juga tenar berkat dirilis pada 1986.

Kalau ditanya enak mana didengar, saat lagu itu dinyanyikan Tito atau Lina, bagi saya sama enaknya. Mungkin karena sudah dipermak teknologi rekaman sehingga suara keduanya tetap sama-sama memikat meskipun menyanyikan lagu yang sama.

Tapi saya percaya, andai dalam format live, tetap saja keduanya enak didengar, karena keduanya memang penyanyi profesional, bukan hanya terobsesi menjadi penyanyi seperti takdir hidup saya. Hahaha.

Di Hari Kartini ini pula, hari yang istimewa untuk memberi penghormatan kepada suara Lina Soebardja yang telah meninggalkan dunia kemarin, Senin (20/4/2026), pada usia 63.

Boleh jadi nama Lina Soebardja kurang populer dengan nama penyanyi perempuan lain yang suaranya sejenis dengannya, misalnya January Christy. Jika sekarang Anda tengok YouTube lagu-lagu Lina Soebardja juga hanya disimak kisaran ratusan orang saja.

Namun meski begitu, tetap saja suara Lina Soebardja telah memberikan ruang pengayaan tersendiri karena kekhasannya.

Dulu ketika era analog marak, sebelum era digital marak, takdir musik jazz memang terlempar jauh dari pasar selera publik secara umum.

Beda dengan sekarang, ukurannya bisa macam-macam. Bisa saja langsung media sosial, kalau tenar di media sosial, bisa mendongkrak di media lain. Pokoknya macam-macamlah pemicu dan medan sosialisasinya.

Sampai di sini, saya tak akan mendesakkan selera telinga saya kepada Anda. Dalam kolom ini saya juga hanya sekadar mendokumentasikan ingatan selera musikal yang saya sukai. Kebetulan suara Lina Soebardja tetap melekat sebagai bagian rekaman lagu yang spesial nyantol di usia emas saya dulu.

Tidak semua orang lahir untuk membahagiakan semua orang juga. Saya suka dengan kalimat ini entah dari siapa pertama kali saya dengar. Yang jelas bukan dari para presiden. Hahaha.

Boleh jadi suara Lina Soebardja juga tidak penting bagi Anda. Tidak apa-apa. Di Hari Kartini ini saya tegaskan saya juga tidak kenal dirinya, hanya kenal suaranya saja. Itu saja nilainya sudah tak terlupakan.

Aduh, bagaimana lagi ya? Jadi mari mengenang Lina Soebardja. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *