Mabur.co- Hujan deras yang mengguyur wilayah Kulon Progo memicu bencana tanah longsor di berbagai titik, terutama di kawasan perbukitan Menoreh.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo mencatat puluhan kejadian akibat curah hujan ekstrem yang terjadi sejak Minggu (15/2/2026) hingga Senin (16/2/2026). Namun dipastikan tidak ada korban jiwa dari kejadian tersebut.
Bupati Kulonprogo, R Agung Setyawan mengatakan, kondisi ini sangat memprihatinkan. Saudara-saudara kita tidak hanya tertimpa material tanah, tapi juga pohon hingga tiang listrik.
“Saya mengimbau masyarakat untuk lebih waspada karena curah hujan saat ini sulit diprediksi,” ujarnya, Sabtu (21/2/2026).
Dilansir dari BPBD Kulon Progo, Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, Pemadam Kebakaran, dan Penyelamatan, BPBD Kulon Progo, Eko Susanto, mengatakan yang dilaporkan ada sebanyak 32 kejadian tanah longsor dan 1 pohon tumbang.
Menurut Eko, sebagian besar kejadian longsor tersebut berdampak pada bangunan milik warga, seperti rumah hingga kandang ternak.
Tim BPBD Kulon Progo hingga kini masih terus berupaya melakukan penanganan.
“Kami masih berusaha untuk menjangkau titik-titik kejadian longsor tersebut,” ujarnya.
Eko menilai kondisi geografis Kalibawang turut menjadi faktor penyebab banyaknya kejadian longsor di sana.
Sebab wilayahnya banyak berupa perbukitan sehingga rentan terjadi longsor saat hujan deras.
Longsor di Kapanewon Girimulyo juga dilaporkan mengenai rumah warga setempat.
Sedangkan longsor di Kapanewon Pengasih mengakibatkan ruas Jalan Kutogiri-Jatimulyo tidak bisa dilewati sementara waktu.
“Longsor di Pengasih juga membahayakan rumah warga yang berada di bawahnya,” jelas Eko.
Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo, Setiawan Tri Widada, memastikan pihaknya bergerak cepat dalam menangani berbagai kejadian bencana tersebut.
Termasuk menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak.
“Kami berikan bantuan berupa makanan hingga logistik yang dibutuhkan oleh warga yang terdampak longsor,” katanya.
Dilansir dari Instagram, Tim TRC Pusdalops BPBD Kulon Progo melaksanakan peninjauan langsung terkait adanya peningkatan pergerakan tanah di Promasan RT 68, Banjaroyo, Kapanewon Kalibawang.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD, Kasi Darlok, serta didampingi oleh personel W15 dan W25.
Hasil pantauan di lokasi menunjukkan adanya rekahan tanah dengan panjang mencapai sekitar 100 meter yang saat ini mengancam ruas jalan kabupaten.
Tim terus melakukan pemantauan intensif dan koordinasi di lapangan guna memitigasi risiko serta memastikan keselamatan pengguna jalan maupun warga sekitar.
“Kami mengimbau masyarakat yang melintasi jalur tersebut untuk tetap meningkatkan kewaspadaan,” katanya. ***



