Mabur.co– Tamansiswa adalah organisasi yang bergerak di sektor pendidikan di Indonesia. Organisasi ini didirikan oleh Ki Hajar Dewantara pada tanggal 3 Juli 1922 di Yogyakarta.
Ki Hajar Dewantara adalah pahlawan nasional yang memiliki peran besar bagi pendidikan Indonesia. Jasanya di bidang pendidikan, membuatnya diberi gelar Bapak Pendidikan Indonesia.
Ketua Harian Majelis Luhur Tamansiswa, Ki Gandung Ngadina, mengatakan tahun ini merayakan Ulang Tahun ke-104.
Dalam perayaan tersebut diadakan berbagai kegiatan di antaranya kerja bakti pemasangan umbul-umbul, ziarah ke makam Ki Sutatmo dan Kiai Sulaiman, ziarah ke makam Ki Hajar Dewantara, upacara bendera, potong tumpeng, dan pentas seni.
Dalam perayaan tersebut mengambil tema berkarya dalam kebersamaan, bertumbuh dalam kemerdekaan.

Menggambarkan semangat kekeluargaan di lingkungan Tamansiswa sebagai tempat untuk belajar.
“Menumbuhkan kolaborasi dan gotong-royong serta kebebasan berpikir. Untuk kemajuan pendidikan lahir dan batin serta kebersamaan warga Tamansiswa,” katanya saat ditemui di Kantor Majelis Luhur Tamansiswa, Kamis (2/7/2026).
Ragam Filosofi
Ki Gandung Ngadina menuturkan, ada juga filosofi candra sengkala lawan sastra ngesti mulya. Artinya adalah hanya dengan menguasai ilmu maka akan mencapai kemuliaan.
“Ilmu itu juga tidak hanya sekadar kita membaca, kita sekolah. Tapi ilmu itu bermacam-macam. Ilmu bersilaturahmi, ilmu bergotong-royong, ilmu bermasyarakat. Terus ilmu bernegara. Itu harus kita kuasai kalau kita akan mencapai kemuliaan. Itu adalah dawuh Ki Hajar Dewantara,” katanya.
Ki Gandung Ngadina menjelaskan, Ki Hajar Dewantara juga memberikan satu contoh kepemimpinan yang disebut Trilogi Kepemimpinan Ki Hajar Dewantara. Yaitu Ing Ngarso Sung Tuladha. Berarti di depan memberi teladan. Seorang pemimpin harus dapat menjadi panutan, contoh, dan figur yang baik bagi orang-orang yang dipimpinnya.
Lalu Ing Madya Mangun Karsa berarti pemimpin harus mampu membangkitkan motivasi, kreativitas, dan ide-ide inovatif bagi anggotanya.
Kemudian Tut Wuri Handayani artinya di belakang memberikan dorongan. Pemimpin harus mampu mengarahkan, memberikan dukungan moral, dan memberdayakan potensi anggotanya agar bisa mandiri dan berkembang.
Ki Hajar Dewantara juga sudah memberikan wasiat yang luar biasa yaitu tri pantangan. Tiga prinsip moral dan etika yang dicetuskan oleh Ki Hajar Dewantara dalam ajaran Tamansiswa.
Prinsip tersebut juga berfungsi sebagai pedoman hidup untuk menghindari perilaku negatif dan menjaga integritas.
Tiga nilai utama tersebut meliputi pantang menyalahgunakan kekuasaan (wewenang). Tidak menggunakan jabatan untuk kepentingan pribadi atau menindas orang lain.
Lalu pantang menyalahgunakan keuangan. Jujur, transparan, dan menghindari korupsi atau penyalahgunaan dana.
Kemudian pantang melanggar kesusilaan yakni menjaga moral, etika, dan kehormatan diri dalam segala tindakan.
Ki Gandung menjelaskan pula, Ki Hajar Dewantara juga memiliki orientasi yang mengacu pada tri pusat pendidikan. Proses pendidikan anak berlangsung di tiga lingkungan utama yakni keluarga, sekolah, dan masyarakat.
“Ketiganya harus bersinergi untuk membentuk karakter dan kemampuan anak secara utuh di antaranya keluarga (pendidikan informal) sebagai pusat pendidikan pertama dan paling utama. Keluarga bertanggung jawab menanamkan nilai-nilai moral, etika, agama, dan dasar-dasar perilaku sosial. Lalu sekolah sebagai pendidikan formal berfungsi memperluas dan memperdalam ilmu pengetahuan serta keterampilan yang tidak didapatkan di rumah. Sekolah menjadi tempat anak mengembangkan intelektual dan bakat.
Kemudian masyarakat sebagai pendidikan nonformal, yakni lingkungan tempat anak mengaplikasikan ilmu, bersosialisasi dengan norma-norma, dan berinteraksi dengan berbagai kelompok melalui organisasi atau kegiatan sosial,” katanya.
Bagi Ki Gandung pula, mendidik itu output-nya adalah karakter. Kalau melatih output-nya keterampilan. Lalu mengajar output-nya kepandaian atau otak. Walaupun otaknya hebat, keterampilannya hebat, tapi kalau karakternya tidak hebat, akan merugikan semuanya.
“Itu filosofi Ki Hajar yang sangat penting dan diberikan kepada kita semua,” ujarnya.
Ki Gandung memaparkan, sebagai orang di lingkungan Tamansiswa harus memegang teguh pandangan tersebut untuk kepentingan bangsa.
Suatu bangsa akan bisa hebat dan berkembang apabila sumber daya manusianya hebat. Salah satu yang menyiapkan sumber daya manusia adalah sekolah dengan tri tupoksi. Tugas pokok fungsi guru.
“Fungsi guru itu adalah sebagai orang tua, juga sebagai pelatih, sebagai teman, sebagai sahabat, sebagai intelektual. Oleh sebab itu seorang pamong ditekankan supaya mempunyai sikap yang didambakan masyarakat. Itulah hakikat Tamansiswa,” pungkasnya. ***

