Iran Ancam Tutup Laut Merah, Jika AS Ngeyel Tetap Blokade Selat Hormuz - Mabur.co

Iran Ancam Tutup Laut Merah, Jika AS Ngeyel Tetap Blokade Selat Hormuz 

Mabur.co – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran mengancam akan menutup jalur strategis di Laut Merah sebagai respons atas langkah Amerika Serikat yang memblokade Selat Hormuz. 

Ancaman itu disampaikan langsung Komandan Markas Besar Militer Iran, Khatam Al Anbiya, Ali Abdollahi, dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Rabu (15/04/2026).

Dikutip berbagai sumber, Abdollahi menegaskan bahwa tindakan Amerika Serikat dinilai sebagai langkah agresif dan berpotensi melanggar kesepakatan gencatan senjata. 

Ia juga menyebut blokade maritim yang dilakukan AS telah menciptakan ketidakamanan bagi kapal-kapal komersial, khususnya tanker minyak Iran.

Menurutnya, jika aksi tersebut terus berlanjut, Iran tidak akan tinggal diam. Angkatan Bersenjata Iran, kata dia, siap mengambil langkah tegas dengan menghentikan seluruh aktivitas ekspor dan impor di kawasan Teluk Persia, Laut Oman, hingga Laut Merah. 

Langkah ini disebut sebagai bentuk perlindungan terhadap kedaulatan dan kepentingan nasional Iran.

Ancaman tersebut mengarah pada kemungkinan penutupan Selat Bab al-Mandab, jalur pelayaran vital yang menghubungkan Samudra Hindia dengan Laut Mediterania melalui Terusan Suez. 

Selat yang terletak di antara Yaman dan Djibouti ini memiliki lebar sekitar 32 kilometer dan menjadi salah satu titik choke point perdagangan global.

Dikutip CNN, data menunjukkan bahwa sekitar 12 persen perdagangan minyak dunia melintasi jalur ini pada paruh pertama 2023. 

Bahkan pada 2025, rata-rata sekitar 4,2 juta barel minyak per hari dikirim melalui Selat Bab al-Mandab. Gangguan di wilayah ini berpotensi besar menghambat arus perdagangan antara Eropa dan Asia.

Jika jalur tersebut ditutup, kapal-kapal internasional terpaksa harus memutar melalui Tanjung Harapan di Afrika. Kondisi ini dapat memperpanjang waktu pengiriman hingga 10 sampai 14 hari, sekaligus meningkatkan biaya logistik global secara signifikan.

Situasi ini semakin kompleks dengan keterlibatan kelompok milisi Houthi di Yaman yang juga mengancam akan menutup Selat Bab al-Mandab.

Ancaman tersebut disampaikan setelah kelompok yang diketahui berafiliasi dengan Iran itu menyatakan bergabung dalam poros perlawanan terhadap Amerika Serikat dan Israel.

Wakil Menteri Informasi pemerintahan Houthi, Mohammed Mansour, menyebut penutupan selat tersebut menjadi salah satu opsi strategis untuk menekan pihak lawan. 

Pernyataan itu mempertegas potensi eskalasi konflik di kawasan yang selama ini menjadi jalur utama distribusi energi dunia.

Ketegangan ini dipicu oleh kebijakan Amerika Serikat yang sebelumnya resmi memberlakukan blokade terhadap Selat Hormuz, salah satu jalur distribusi minyak paling penting di dunia. 

Blokade tersebut mulai berlaku pada Senin pagi kemarin, menyusul kegagalan negosiasi damai antara kedua negara.

Presiden AS Donald Trump bahkan mengklaim bahwa militer negaranya telah menenggelamkan 158 kapal Angkatan Laut Iran dalam operasi tersebut. 

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengambil tindakan militer terhadap kapal-kapal Iran yang mencoba mendekati area blokade.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *