Mengapa Keyboard Memiliki Susunan Huruf QWERTY Bukan ABCD? - Mabur.co

Mengapa Keyboard Memiliki Susunan Huruf QWERTY Bukan ABCD?

Mabur.co – Jika Anda perhatikan pada komputer/laptop maupun ponsel Anda, saat hendak mengetik sesuatu, pasti Anda akan menemukan susunan huruf berupa QWERTY dan seterusnya, bukan ABCD layaknya urutan abjad normal.

Mengapa hal itu bisa terjadi? Mengapa kemudian keyboard disusun dengan huruf acak seperti QWERTY dan seterusnya?

Dan bukan sesuai abjad saja agar lebih mudah digunakan, sekaligus dihafal tata letaknya?

Dan mengapa susunan QWERTY seperti itu masih terus bertahan sampai saat ini? Meskipun jelas-jelas acak dan tidak sesuai dengan urutan abjad?

Mekanisme Penting Urutan Huruf pada Keyboard

Keyboard dengan susunan huruf QWERTY pertama kali dirancang oleh Christopher Latham Sholes pada tahun 1870-an.

Hal itu dilakukan untuk mencegah batang huruf pada mesin tik mekanis (sebelum keyboard ditemukan) saling tersangkut saat mengetik cepat.

Dengan memisahkan huruf-huruf yang sering digunakan secara berdekatan, alias sesuai dengan urutan abjad, susunan huruf QWERTY akan memperlambat kecepatan pengetikan mekanis (mesin tik), agar batang mesin tidak mudah macet.

Pada masa itu, Sholes bersama mitranya, James Densmore, mulai bereksperimen dengan berbagai tata letak huruf yang berbeda (di luar ABCD atau sesuai abjad) untuk mengatasi masalah kemacetan pada mesin tik ini.

Keduanya menyadari bahwa tujuan mereka mengubah susunan pada mesin tik bukanlah untuk mempercepat proses pengetikan, melainkan untuk memperlambat pengetikan secara strategis, sekaligus memisahkan kombinasi huruf yang paling sering muncul.

Dengan memisahkan huruf-huruf yang cenderung digunakan secara bersamaan (misalnya ‘th’, ‘st’, ‘er’), mereka berharap dapat mengurangi frekuensi kemacetan.

Sekaligus mengurangi kemungkinan rusak atau aus pada tombol-tombol tertentu (yang lebih sering digunakan ketimbang huruf-huruf lainnya).

Tercetuslah hasil eksperimen berupa tata letak QWERTY, yang masih terus digunakan sampai hari ini.

Huruf-huruf yang paling sering digunakan dalam bahasa Inggris, seperti E, T, A, O, I, N, S, H, R, telah didistribusikan sedemikian rupa, sehingga tangan harus bergerak lebih jauh, atau melompati baris untuk mengetik kata-kata yang sifatnya umum.

Penempatan huruf-huruf ini juga mempertimbangkan penggunaan tangan kanan dan kiri untuk menyeimbangkan beban kerja.

Misalnya, untuk huruf-huruf yang sering digunakan, letaknya berada di sisi kanan keyboard, yang umumnya juga digunakan oleh mayoritas pengetik.

Mengapa Susunan Huruf QWERTY Masih Bertahan hingga Saat Ini?

Meskipun QWERTY awalnya dirancang dengan tujuan memperlambat pengetikan (menggunakan mesin tik), namun hal itu justru menjadi standar industri baru dan terus eksis sampai hari ini.

Mengapa bisa demikian? Hal itu terletak pada “efek jaringan” dan kekuatan kebiasaan (secara turun-temurun).

Setelah jutaan orang diajari cara mengetik dengan keyboard susunan huruf QWERTY, terutama melalui sekolah-sekolah dan kursus mengetik, mengubah lagi tata letak keyboard justru akan menjadi tugas yang lebih sulit.

Karena manusia butuh membiasakan diri lagi terhadap standar dan kecepatan pengetikan baru, yang tentu saja membutuhkan lebih banyak waktu lagi untuk mempelajarinya dari nol.

Padahal tulisan yang hendak diketik sangatlah banyak, dan tidak ada cukup waktu untuk kembali mempelajari cara mengetik mulai dari awal.

***

Ketika susunan huruf QWERTY sudah eksis sejak abad ke-19, maka sangat tidak elok rasanya, jika manusia ingin “membelokkan sejarah” dengan mencoba peruntungan mengubah susunan huruf pada keyboard masa kini.

Lagi pula, hampir seluruh manusia sudah terbiasa dengan susunan huruf QWERTY dan tidak pernah ada keluhan sama sekali soal itu.

Ketika semuanya sudah tampak baik-baik saja, buat apa bikin masalah baru lagi, bukan? *** (Dari berbagai sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *