Ferry Latuhihin: Daya Tahan Emosi Masyarakat kepada Pemerintah Tinggal Dua Bulan Lagi? - Mabur.co

Ferry Latuhihin: Daya Tahan Emosi Masyarakat kepada Pemerintah Tinggal Dua Bulan Lagi?

Mabur.co – Ekonom Ferry Latuhihin kembali mengingatkan masyarakat terkait bahaya terselubung dari kenaikan harga minyak dan juga tingginya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika, terhadap kondisi ekonomi nasional dalam beberapa waktu ke depan.

Ferry bahkan memprediksi, dalam dua sampai tiga bulan lagi (Juli-Agustus 2026), masyarakat akan mulai kehabisan daya tahan emosinya (kehilangan kesabaran), tentang situasi sulit yang mereka alami sejak lama hingga saat ini, khususnya kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto beserta jajarannya, yang dianggap telah menyengsarakan rakyat hingga ke jurang yang paling dalam.

“Daya tahan (emosi) masyarakat kita ini, dengan tingginya harga minyak dan tingginya Dollar, ini menurut saya nggak akan lebih dari dua bulan (mampu menahan emosi terhadap pemerintah). Bahaya loh. Dan saya khawatir bulan Juli-Agustus ini akan memasuki fase elnino, di mana harga-harga sudah mulai naik lagi semuanya,” ungkap Ferry Latuhihin, sebagaimana dilansir dari kanal YouTube Abraham Samad SPEAK UP, Jumat (15/5/2026).

Menurut Ferry, ketika waktunya sudah tiba, masyarakat bisa jadi akan mulai menyerbu kantor-kantor pemerintahan (seperti periode demonstrasi Agustus 2025), dan berani meminta orang-orang di dalamnya untuk turun dari jabatannya, termasuk Presiden Prabowo sendiri.

“Pada saat daya tahan masyarakat itu udah sama sekali amblas, mereka hidup dengan hopeless (tanpa harapan), apapun bisa mereka lakukan loh, untuk turun ke jalan (dan meminta pemerintah untuk bertanggungjawab atas semua ini). Karena apa lagi yang saya mesti kerjakan, selain saya harus marah (kepada pemerintah). Pemerintah kok kayak nggak mau mendengarkan gitu loh,” tambah Ferry.

Adapun salah satu solusi “instan” yang ditawarkan oleh Ferry adalah dengan menghapus program MBG (Makan Bergizi Gratis) sekarang juga. Karena hal itu bisa langsung menghemat ruang fiskal anggaran negara, sehingga jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan di kemudian hari, negara masih memiliki sisa anggaran (yang biasanya digunakan untuk MBG) untuk tetap bertahan hidup.

Namun dengan fenomena yang terjadi belakangan ini, termasuk ketika perayaan hari buruh pada 1 Mei lalu, tampaknya MBG akan terus dipertahankan oleh pemerintahan saat ini. Bahkan rencananya masih akan diperluas, seperti mendirikan SPPG di wilayah kampus, dan seterusnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *