Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda, Tim SAR Kerahkan 6 Kapal hingga Drone Thermal

3 Min Read
Person in an orange life jacket on a boat deck uses binoculars to scan the sea, with a distant ship on the horizon in calm blue waters.
Upaya pencarian 5 wartawan foto dan 3 kru kapal yang hilang di perairan Selat Sunda. (Foto: Dok Basarnas Banten)

Mabur.co – Memasuki hari kedua sejak dinyatakan hilang kontak, Tim SAR masih belum menemukan tanda-tanda keberadaan 5 wartawan foto serta 3 orang kru kapal yang melakukan peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Tim SAR pun hingga saat ini masih terus melakukan pencarian dengan memperluas wilayah penyisiran operasi terhadap kapal cepat yang membawa delapan orang dan hilang kontak di perairan Selat Sunda.

Memanfaatkan 6 kapal, drone Thermal hingga armada pendukung lainnya, operasi pencarian itu diperluas dengan membagi tim menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU). Strategi ini dilakukan untuk menjangkau wilayah laut yang lebih luas.

Pencarian Hari Kedua

Dilansir Antara, Deputi Operasi Basarnas, Edy Prakoso, mengatakan, pencarian hari kedua dimulai pukul 07.00 WIB dengan mengerahkan berbagai unsur SAR serta dukungan armada laut dan udara.

“Operasi SAR hari kedua dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan melibatkan sejumlah unsur SAR serta dukungan penuh sarana laut dan udara,” kata Edy dikutip Antara, Rabu (9/9/2026) siang.

Basarnas menyatakan, tim SRU 1 melakukan upaya pencarian menggunakan kapal penyelamat KN SAR Tetuka 247 dengan wilayah penyisiran sejauh 68,3 nautical mile (NM).

Sementara SRU 2 melakukan pencarian dengan mengoperasikan kapal patroli cepat KAL Anyer hingga 69,5 NM.

Sedangkan tim SRU 3 menggunakan kapal cepat RIB 01 Lampung dengan cakupan 67 NM. Ada pun SRU 4 menggunakan kapal cepat RIB 02 Banten dan difokuskan menyisir perairan di sekitar Pulau Rakata dan Pulau Panjang.

Selain armada utama tersebut, operasi juga diperkuat kapal polisi KP Sanjaya, kapal cepat RIB 03 Lampung, kendaraan penyelamat, truk personel, serta drone termal untuk membantu pemantauan dari udara.

Tim SAR juga turut membawa peralatan medis dan perangkat komunikasi darurat untuk mendukung operasi di lapangan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, delapan orang terdiri dari 5 wartawan foto dan 3 kru kapal dilaporkan hilang kontak saat melakukan aktivitas peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Senin (7/9/2026), kemarin.

Mereka terdiri atas tiga kru kapal, yakni Warta (55) sebagai kapten, Surakman (60) sebagai ABK, dan Heriyanto (49) sebagai pemandu.

Lima lainnya merupakan pewarta foto, yaitu M. Bagus Khoirunnas dari Kantor Berita ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan pewarta lepas.

Dalam operasi pencarian hari kedua ini tim pernyelamat terdiri atas gabungan berbagai unsur. Yakni melibatkan personel dari Kantor SAR Banten, Unit SAR Pandeglang, Kantor SAR Lampung, TNI Polri, pemerintah daerah, Balawista hingga nelayan setempat.

Dari pantauan di lapangan kondisi cuaca di wilayah pencarian dilaporkan cukup mendukung. Di mana cuaca nampak cerah berawan dengan angin dari selatan menuju utara sekitar 14 knot. Ketinggian gelombang juga relatif kondusif, berkisar antara 0,4 hingga 1 meter.

Basarnas mengimbau masyarakat pesisir, nelayan, serta pengguna transportasi laut di kawasan Selat Sunda agar segera melaporkan kepada tim SAR apabila menemukan tanda-tanda terkait keberadaan kapal dan delapan orang yang hilang.

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar