Saiful Mujani Tak Sesali Ucapannya Terkait Pemakzulan Prabowo di Luar Konstitusi - Mabur.co

Saiful Mujani Tak Sesali Ucapannya Terkait Pemakzulan Prabowo di Luar Konstitusi

Mabur.co – Nama guru besar Ilmu politik yang juga pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani, terus menjadi perbincangan hangat dalam beberapa waktu terakhir.

Ia terus-menerus menjadi objek perbincangan lantaran komentar kerasnya terhadap presiden Prabowo Subianto, dalam acara halal bihalal “Sebelum Pengamat Ditertibkan” pada akhir Maret lalu.

Saking kerasnya, ia bahkan dilaporkan oleh Relawan Prabowo Subianto beberapa waktu lalu, akibat dituduh merencanakan aksi makar, untuk menggulingkan presiden Prabowo Subianto di luar mekanisme konstitusi.

Meskipun telah menjadi objek perbincangan sekaligus dilaporkan ke polisi, Saiful Mujani mengaku sama sekali tak menyesali perbuatan maupun ucapannya dalam acara halal bihalal tersebut. Ia pun tetap pada pendiriannya untuk dapat memakzulkan Prabowo tanpa harus menunggu proses Pemilu berikutnya pada 2029 mendatang.

“Membicarakan hal-hal seperti itu (mengkritik pejabat publik) itu sudah biasa bagi kami (aktivis). Entah itu nadanya maki-maki, atau marah, seperti itu. Apalagi jika berbicara tentang kekuasaan, yang di dalamnya menyangkut kepentingan publik.

Tapi mungkin bagi sekelompok orang tertentu, cara mengekspresikan seperti itu dianggap tidak biasa, aneh, atau bahkan tidak sopan. Cuman lagi-lagi, saya tidak takut, tidak menyesal sama sekali (dengan ucapan saat halal bihalal), tapi juga tidak menyangka, bahwa ucapan itu kemudian menjadi perdebatan publik yang sangat luas, begitu,” ungkap Saiful Mujani seperti dilansir dari kanal YouTube Quo Vadis Indonesia, Kamis (16/4/2026).

Alih-alih merasa takut atau menyesal, Saiful malah mensyukuri ucapannya dalam acara halal bihalal tersebut. Karena ucapan itu membuat banyak pihak mulai melakukan diskusi, belajar lagi tentang teori demokrasi, hukum tata negara, dan seterusnya.

“Tapi syukur juga sih, bahwa saya membuka ruang diskusi publik secara luas, sekaligus memaksa orang untuk berpikir (mempelajari demokrasi), begitu. Atau mencari-cari klarifikasi atau membaca buku, mungkin. Apakah yang saya katakan itu pantas secara legal itu benar atau tidak. Mungkin orang berpikir ke sana. Sehingga itu membuka diskusi di ruang-ruang publik. Itu aspek positifnya,” tambah Saiful.

Saiful sendiri merasa ucapannya hanyalah bentuk ekspresi pribadinya, atas kekecewaannya melihat kiprah Prabowo Subianto selama 1,5 tahun sebagai presiden.

Ia juga sama sekali tak bermaksud merencanakan aksi makar secara besar-besaran, apalagi sampai mengubah struktur ketatanegaraan secara menyeluruh, termasuk menginginkan kursi jabatan di dalamnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *