Pesona Tari Kenyogiri asal Kulon Progo, Ketangguhan Wanita Desa

2 Min Read
Tari Kenyogiri asal Jatimulyo, Kulon Progo. (Foto: JH Kusmargana)

Mabur.co – Desa Jatimulyo, Girimulyo, dikenal sebagai salah satu desa wisata sekaligus desa budaya yang terletak di kawasan perbukitan Menoreh, Kulon Progo.

Tak hanya memiliki bentang alam yang indah dengan sejumlah spot gua hingga air terjun alami, desa ini juga dikenal karena keragaman budaya yang dimilikinya. 

Salah satu kekayaan budaya dusun ini adalah di bidang seni tari. Berbagai jenis kesenian tari tradisional terus dilestarikan dan dikembangkan masyarakat desa ini sebagai kekayaan budaya mereka.

Tari Kenyogiri

Salah satunya adalah tari Kenyogiri. Tari tradisional yang diciptakan sekitar tahun 2019 ini merupakan tari penyambutan yang kerap ditampilkan dalam berbagai acara. Seperti acara hajatan, merti desa maupun pentas kesenian lainnya. 

Berasal dari gabungan dua kata yakni Kenyo yang berarti perempuan dan Giri yang berarti gunung, tari ini menceritakan tentang kehidupan perempuan gunung yang ada di desa.

“Tari ini hanya dimainkan oleh kaum perempuan. Biasanya oleh sekitar 8 orang penari. Berisi gerakan yang menceritakan kehidupan sehari-hari perempuan di desa,” ujar salah seorang penari asal desa Jatimulyo, Afia Sukiyah.

Jika dilihat sepintas, tari ini mirip dengan Tari Gamyong, dimana seluruh penarinya menari dengan memadukan gerakan kepala, lengan, tubuh dan kaki, namun dengan gerakan yang lebih rancak dan enerjik.

Mengenakan atribut pakaian tradisional semi modern seperti kebaya, jarik, sanggul hingga selendang, para penari biasanya akan menampilkan tarian ini dalam durasi sekitar 10 menit. 

“Tarian ini dibuat dengan gerakan sangat sederhana namun enerjik. Yang mencerminkan kehidupan perempuan desa,” ungkapnya. 

Perempuan Desa yang Tangguh

Selain menjadi simbol perempuan desa yang tangguh, tarian ini juga dibuat untuk menunjukkan kehidupan masyarakat desa yang sederhana dan apa adanya.

Adanya tarian ini pun menunjukkan terus berkembangnya kesenian tari tradisional di Kabupaten Kulon Progo di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.

“Lewat tari ini kita ingin menunjukkan bahwa perempuan muda desa juga tetap bisa melestarikan bahkan mengembangkan tari tradisional yang ada,” katanya. *** 

Share This Article
Avatar photo
Lahir di Jogja. Fans Man Utd.
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Leave a Comment