Asyiknya Rekreasi Naik Perahu Ponton, Susuri Jembatan Bambu di Sungai Progo 

4 Min Read
Wooden pedestrian bridge extending over a calm river toward a tree-lined shore, flags along the path and a small raft with a covered seating area nearby (Indonesia flag).
Sebuah perahu ponton menambah suasana eksotis di kawasan Jembatan Sesek Temben, Ngentakrejo, Lendah, Kulon Progo. (Foto: JH Kusmargana)

Mabur.co – Kabupaten Kulon Progo memiliki sejumlah spot wisata tersembunyi yang masih jarang dikunjungi.

Spot ini bahkan tak bisa dijumpai setiap saat, karena hanya bisa ditemui di momen-momen tertentu setiap tahunnya. 

Salah satunya adalah spot wisata Jembatan Sesek Temben di Padukuhan Temben, Kalurahan Ngentakrejo, Kapanewon Lendah, Kulon Progo.

Jembatan sementara yang terbuat dari bambu ini tidak hanya menjadi jalur alternatif yang menghubungkan akses warga dari Kulon Progo menuju Bantul.

Lebih dari itu jembatan ini juga telah menjadi semacam ikon wisata unik setiap musim kemarau tiba. 

Hal itu tak lepas karena Jembatan Sesek Temben hanya dibangun saat musim kemarau. Saat air Sungai Progo surut, warga akan membangun jembatan ini secara swadaya dengan cara gotong-royong. 

Disamping kerap dilalui warga sekitar yang hendak berangkat sekolah atau bekerja, jembatan ini juga kerap digunakan warga dari berbagai daerah untuk berwisata. 

Sore Hari Banyak Warga Bersantai

Saat sore hari  kawasan sekitar jembatan akan nampak ramai dilalui warga yang hendak berjalan-jalan atau sekadar bersantai menikmati suasana Sungai Progo.

Ada yang berkeliling dengan menggunakan sepeda onthel, sepeda motor, hingga para pemancing yang mencari spot dengan berjalan kaki. 

Memasuki bulan Agustus, suasana jembatan ini juga akan nampak lebih semarak dengan keberadaan puluhan Bendera Merah-Putih yang dipasang menghiasi sepanjang badan jembatan.

Bamboo pedestrian bridge over a calm river with red-and-white flags along the sides; a motorbike rides toward banners overhead.
Suasana sore hari di kawasan Jembatan Sesek Temben, Ngentakrejo, Lendah, Kulon Progo. (Foto: JH Kusmargana)

Membuat tak sedikit pengunjung kerap berfoto di tengah jembatan untuk merayakan momen HUT kemerdekaan RI.

Wahana Wisata Perahu Ponton

Selain menikmati keindahan jembatan, di sini pengunjung juga bisa menaiki wahana perahu ponton sederhana yang dibuat warga sekitar. 

Awalnya, ponton tersebut digunakan untuk membantu proses pemasangan patok dan melakukan perawatan Jembatan Sesek.

Setelah jembatan selesai dibangun, kini ponton tersebut juga dimanfaatkan sebagai salah satu aktivitas wisata bagi masyarakat yang ingin menikmati suasana Sungai Progo dari atas air.

Pengunjung dapat menaiki ponton dengan tarif sekitar Rp10.000 per orang.

Suharno (50), warga setempat, mengatakan keberadaan ponton menambah pilihan aktivitas bagi masyarakat yang datang ke kawasan tersebut.

“Dengan membayar Rp10 ribu rupiah pengunjung bisa berkeliling menyusuri Sungai Progo yang sedang surut. Ya sekitar 15 hingga 20 menit,” katanya, Selasa (11/8/2026).

Jembatan Darurat Terpanjang

Jembatan Sesek sendiri memiliki panjang sekitar 160 meter dan disebut warga sebagai salah satu jembatan darurat terpanjang di kawasan itu.

Ketika musim penghujan tiba dan debit air Sungai Progo meninggi, jembatan ini biasanya akan hanyut dengan sendirinya, akibat terbawa arus.

Jika sudah begitu warga biasanya akan membangun kembali jembatan ini di musim kemarau berikutnya. Baik itu dengan menggunakan sisa material yang bisa diselamatkan atau dengan membeli material baru.

Keunikan Jembatan Sesek Temben di tengah panorama Sungai Progo yang eksotis, berpadu dengan puluhan Bendera Merah-Putih yang menghiasi kawasan ini pun menjadi daya tarik tersendiri.

Selain bisa menjadi spot untuk berfoto ria, di sini pengunjung juga bisa berekreasi menikmati suasana alam dengan nuansa pedesaan yang masih sangat alami. Jembatan bambu pun sebagai ikon wisata yang amat berkesan.

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar