Mabur.co – Deretan bendera Merah-Putih membentang di sepanjang Jembatan Sesek Temben, Padukuhan Temben, Kalurahan Ngentakrejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulon Progo.
Sekitar 50 bendera Merah-Putih dipasang warga di sepanjang jembatan yang membentang di atas Sungai Progo tersebut untuk menyambut peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Pemandangan itu membuat jembatan yang sehari-hari digunakan sebagai akses warga menuju Bantul terlihat lebih semarak.
Dipasang Sebelum Agustus
Bendera dipasang sejak sebelum memasuki bulan Agustus. Warga sengaja mengganti bendera lama dengan bendera baru karena sebagian bendera sebelumnya rusak setelah jembatan terdampak banjir Sungai Progo.
Bagi warga, pemasangan bendera di jembatan menjadi cara sederhana untuk ikut memeriahkan momentum kemerdekaan. Tak hanya itu hal ini juga sudah menjadi kebiasaan atau tradisi rutin setiap tahunnya.
Nurdi Suyanto atau Erbin (72), warga Padukuhan Temben, mengatakan, pemasangan bendera dilakukan untuk menyambut peringatan 17 Agustus.
“Menyongsong 17-an pasang bendera,” ujarnya, Selasa (11/8/2026).
Tidak hanya sekadar dipasang, bendera-bendera tersebut menjadi bagian dari suasana Jembatan Sesek selama bulan kemerdekaan.
“Supaya meriah. Nanti habis Agustus dicopot lagi,” katanya.
Bendera akan tetap menghiasi jembatan selama rangkaian perayaan HUT ke-81 RI. Setelah bulan Agustus berakhir, warga berencana melepasnya kembali.

Inspirasi Jembatan Swadaya
Jembatan Sesek sendiri merupakan jembatan penyeberangan sementara yang dibangun secara swadaya setiap musim kemarau.
Ketika debit Sungai Progo mulai surut, warga akan bergotong royong membuat jembatan agar dapat digunakan masyarakat.
Pembangunan jembatan menjadi kebutuhan penting karena jalur tersebut digunakan warga Gulurejo dan Ngentakrejo untuk beraktivitas menuju wilayah Bantul.
Jembatan yang memiliki panjang sekitar 160 meter dan lebar sekitar dua meter ini dibuat secara swadaya dengan memanfaatkan dana yang diperoleh melalui iuran warga.
Sebanyak 12 warga mengumpulkan dana sekitar Rp3 juta per orang sebagai modal pembangunan. Setelah jembatan digunakan, masyarakat yang melintas juga memberikan sumbangan secara sukarela.
Dana tersebut kemudian digunakan untuk kebutuhan perawatan jembatan. Setiap hari, kontribusi pengguna dapat mencapai sekitar Rp700.000 hingga Rp800.000.
Pemasangan puluhan bendera merah putih ini sendiri menjadi pemandangan menarik yang membuat suasana jembatan semakin berbeda.
Tak sedikit pecinta fotografi atau vloger kerap datang ke tempat ini untuk sekadar mengabadikan momen kemeriahan kemerdekaan di jembatan ini setiap pagi atau sore harinya.
Dengan latar Sungai Progo yang menawan, puluhan bendera Merah Putih yang terpasang menjadikan jembatan bambu sederhana ini menjadi salah satu spot favorit untuk memotret kemeriahan suasana kemerdekaan RI.
