Mabur.co – Ajang gelaran Piala Dunia yang biasanya identik dengan ramainya aktivitas masyarakat ternyata tak terlalu memberikan dampak bagi sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ada di Kabupaten Kulon Progo.
Tak seperti di daerah perkotaan yang dipenuhi aktivitas masyarakat seperti nonton bareng atau nobar, Kabupaten Kulon Progo termasuk sebagai wilayah yang terbilang sepi aktivitas terkait Piala Dunia.
Minimnya aktivitas masyarakat terkait piala dunia itupun dirasakan sejumlah pelaku usaha di Kulon Progo. Mereka mengaku tak merasakan peningkatan omzet penjualan selama gelaran piala dunia berlangsung sejak beberapa minggu terakhir.
Piala Dunia Jelang Subuh
Minimnya dampak ekonomi tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor. Selain jumlah lokasi nobar yang tidak banyak, sebagian besar pertandingan Piala Dunia juga digelar pada dini hari hingga menjelang Subuh.
Sehingga hal itu membuat antusiasme masyarakat menurun karena banyak warga memilih beristirahat dibandingkan keluar rumah untuk menyaksikan pertandingan bersama.
Kondisi itu dirasakan Martono, pemilik warung kelontong di kawasan Terbah, Wates. Ia mengaku usahanya tidak memperoleh tambahan pelanggan selama Piala Dunia berlangsung.

Hal itu karena warung miliknya sudah tutup sekitar pukul 23.00 WIB, sementara sebagian besar pertandingan baru dimulai setelah tengah malam.
“Enggak ada pengaruh sama sekali. Warung saya tutup jam 11 malam, jadi ya enggak sempat melayani orang yang nonton bola. Omzet juga biasa saja, tidak ada kenaikan,” ujarnya, Kamis (9/7/2026).
Senada dengan itu, Aris, pedagang angkringan di wilayah Sentolo, juga mengaku belum merasakan berkah dari pesta sepak bola dunia tersebut. Menurutnya, jumlah pelanggan yang datang untuk nongkrong sambil menyaksikan pertandingan tidak sebanyak yang dibayangkan.
“Kalau dulu ada pertandingan yang jamnya lebih awal mungkin masih ramai. Sekarang banyak pertandingan mulai tengah malam sampai Subuh, jadi orang-orang memilih nonton di rumah atau bahkan tidak begadang,” kata Aris.
Menurut Aris, budaya nonton bareng di Kulon Progo juga tidak semeriah daerah lain. Hanya beberapa titik yang menggelar nobar, sehingga perputaran ekonomi yang biasanya dinikmati pedagang makanan dan minuman tidak begitu terasa.
Meski demikian, para pelaku UMKM tetap berharap partai final Piala Dunia yang akan digelar beberapa waktu ke depan akan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan omzet mereka.
Mereka optimistis partai final Piala Dunia tetap akan mampu menyedot antusiasme masyarakat yang diharapkan juga diikuti dengan peningkatan daya beli masyarakat sekitar sehingga akan memberikan dampak positif bagi pelaku usaha kecil di Kulon Progo.

