Tingkatkan Kekhawatiran Dampak Sosial, WhatsApp Turunkan Batas Usia - Mabur.co

Tingkatkan Kekhawatiran Dampak Sosial, WhatsApp Turunkan Batas Usia

Mabur.co– Di tengah meningkatnya kekhawatiran global mengenai dampak media sosial dan aplikasi percakapan terhadap anak-anak sejumlah negara juga mulai memperketat aturan penggunaan media sosial oleh remaja.

Indonesia merupakan salah satu negara Asia pertama yang mengetatkan pembatasan media sosial buat anak.

Tahun lalu, Australia menjadi negara pertama yang memberlakukan larangan media sosial bagi remaja karena kekhawatiran terhadap kesehatan mental mereka. Selain itu, aplikasi pesan instan juga menghadapi sorotan setelah beberapa insiden peretasan terjadi.

Dalam kasus tersebut, pengguna dibujuk untuk membagikan kode verifikasi keamanan dan PIN mereka, sehingga pelaku dapat mengakses akun pribadi maupun percakapan grup.

WhatsApp secara resmi memperkenalkan fitur inovatif yang memungkinkan anak usia 9 hingga 12 tahun untuk memiliki akun mereka sendiri. 

Berbeda dari WhatsApp pada umumnya, pengguna aplikasi chat milik Meta yang berumur 10 hingga 12 tahun memiliki pengalaman lebih terbatas dan terpantau saat chatting di dalam aplikasi.

Fitur baru ini hadir dalam bentuk “parent managed accounts” atau akun yang dikelola orang tua, memberikan kendali penuh kepada orang tua atas aktivitas daring anak di platform pesan instan terpopuler ini.

Kebijakan ini menandai perubahan signifikan dari aturan sebelumnya yang hanya memperbolehkan pengguna berusia 13 tahun atas untuk membuat akun Whatssapp.

Fitur ini dirancang untuk membatasi penggunaan aplikasi hanya pada fungsi pesan dan panggilan, sekaligus memberi orang tua kendali lebih besar terhadap aktivitas anak di platform tersebut.

WhatsApp menyebut ide menghadirkan akun yang dikelola orang tua muncul dari masukan keluarga yang menginginkan layanan pesan instan yang lebih aman bagi anak di bawah usia 13 tahun.  

“Akun-akun ini dilengkapi dengan pengaturan default yang ketat, kontrol orang tua, dan opsi bagi orang tua untuk membimbing pengalaman pesan pertama anak-anak pra-remaja (di bawah 13 tahun),” kata WhatsApp dalam sebuah posting blog, mengutip Reuters, Jumat (13/3/2026).

Melalui fitur baru ini, orang tua dapat menyiapkan akun WhatsApp untuk anak berusia 10 hingga 12 tahun dengan kontrol tambahan untuk membatasi penggunaan aplikasi hanya pada pengiriman pesan dan panggilan.

Untuk memulai, orang tua memerlukan dua perangkat, yaitu ponsel milik anak yang akan digunakan untuk akun tersebut serta perangkat milik orang tua untuk menautkan dan mengelola akun.  

Setelah akun dibuat, orang tua dapat menentukan siapa saja yang boleh menghubungi anak serta grup mana yang dapat mereka ikuti.

Orang tua juga dapat meninjau permintaan pesan dari kontak yang tidak dikenal serta mengatur pengaturan privasi akun.

WhatsApp menegaskan bahwa semua percakapan tetap bersifat privat karena dilindungi oleh sistem enkripsi end-to-end.

“Semua percakapan pribadi tetap privat dan dilindungi dengan enkripsi end-to-end, yang berarti tidak seorang pun, bahkan WhatsApp, yang bisa melihat atau mendengarkannya,” kata perusahaan.

WhatsApp juga menyatakan bahwa layanan tersebut telah menjadi bagian penting dari komunikasi keluarga, baik untuk berbagi kabar penting, mengatur aktivitas anak setelah sekolah, maupun sekadar memberi tahu anggota keluarga bahwa seseorang telah sampai di rumah dengan selamat.

Fitur akun yang dikelola orang tua ini akan diluncurkan secara bertahap dalam beberapa bulan ke depan dan memerlukan versi terbaru WhatsApp di perangkat iPhone maupun Android. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *