Emansipasi wanita tak harus dimaknai secara terbatas pada perjuangan kaum Hawa untuk menduduki jabatan publik seperti kaum Adam. Zaman membuka ruang bagi perempuan untuk berekspresi dan berkolaborasi.
Itu kira-kira benang merah pergelaran fashion Elegansi Kartini: Kebaya & Evening Gown Modern di Galeri Saptohoedojo, Sabtu (18/4/2026) malam. Pergelaran menampilkan karya-karya Ratu Siti (owner butik OOTD Malioboto Mall).
Karyanya memadukan kebaya sebagai elemen dasar dengan unsur etnik Nusantara. Delapan peragawati yang mengenakan busana karyanya terlihat elegan, modern dan fleksibel. Lahir dari tradisi Sunda Banten, tak mengurangi semangat Ratu Siti untuk mengeksplorasi khazanah wastra Nusantara.
Dalam sambutannya Direktur Pusat Kebudayaan Saptohoedojo, Wahjudi Djaja, merasa bangga akan pencapaian dan kreativitas Ratu Siti.
“Ruang ini terbuka untuk anak bangsa yang selalu ingin berkreasi dan berekspresi. Kebudayaan bukan hanya masa lalu, serupa artefak dan jejak sejarah tradisi, tetapi juga masa depan. Keseriusan Ratu Siti dalam mengangkat kebaya yang dipadukan dengan wastra Nusantara membuka optimisme tentang busana Nusantara di masa depan,” tandasnya.
Peragaan busana Elegansi Kartini merupakan rangkaian pameran lukis Kartini dan Perempuan-perempuan Mataram. Digelar dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Kartini 2026. Melibatkan 21 pelukis perempuan dari Surakarta dan Yogyakarta sebagai representasi Kerajaan Mataram.
Pelukis perempuan yang ikut pameran adalah Anggana Raras, Anik Indrayani, Debora Rini DH, Emut Prastiwi, Etty Purwandari, Harbani Setyowati, Kartika Aryani, Laksmi Shitaresmi, MM Nanik SG, Mulyani Nurul, Niken Indira, Niniek Purwanti, Noer Eny, Nurindrini, Picuk Asmara, Pratiwi Endang Lestari, Rara Marhan, Retno Rohayati, Rosalia Ratih, Siska/Siswanti dan Sumiyati Herman.
Pameran digelar pada 17-22 April 2026 di Galeri Saptohoedojo. Pada Senin (20/4/2026) pagi digelar diskusi tentang perempuan Mataram dengan narasumber utama Anna Mariana MA.



