Mabur.co – Indonesia melalui Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) siap meluncurkan dua satelit canggih generasi terbaru dalam waktu dekat ini.
Rencana ini dilakukan menyusul pengembangan dua satelit terbaru milik Indonesia yakni Nusantara Earth Observation-1 (NEO-1) serta Nusantara Equatorial IoT (NEI).
Kedua satelit terbaru ini akan diluncurkan untuk memperkuat sistem peringatan dini bencana, serta observasi Bumi di Indonesia.
Perekayasa Ahli Pertama Pusat Riset Teknologi Satelit BRIN, Nur Salma Yusuf Hasanah, menjelaskan, satelit pertama yang sedang dikembangkan adalah Nusantara Earth Observation-1 (NEO-1).
Satelit ini dilengkapi kamera multispektral resolusi tinggi, sensor magnetometer untuk pengukuran medan magnet, serta sistem komunikasi data.
“Mudah-mudah dapat segera diluncurkan,” ujar Salma saat menerima kunjungan Sekolah Alam Bogor di Kawasan Sains Ibnoe Soebroto, Rancabungur, Bogor, Jawa Barat.
Dilansir dari website resmi BRIN, Senin (4/5/2026) dijelaskan, satelit kedua adalah Nusantara Equatorial IoT (NEI) yang dikhususkan untuk sistem peringatan dini bencana.
Satelit ini bertugas mengumpulkan data dari berbagai sensor, seperti sistem peringatan tsunami, cuaca, dan gempa. Di samping itu juga mendukung komunikasi kebencanaan dan pemantauan aktivitas maritim maupun penerbangan.
Ia menjelaskan, yang membedakan NEI dari satelit sebelumnya adalah bentuknya berupa konstelasi, bukan satelit tunggal.
“Satelit ini akan dirancang dalam bentuk konstelasi. Bertujuan untuk menyatukan wilayah Indonesia secara waktu nyata tanpa jeda. Harapannya, terdapat sekitar 10 satelit yang mengorbit di wilayah ekuatorial,” jelas Salma.
Pengembangan dua satelit oleh BRIN ini sendiri merupakan kelanjutan dari pengembangan satelit nasional generasi sebelumnya.
Indonesia sebelumnya telah berhasil meluncurkan tiga satelit dari seri LAPAN, yakni A1 pada 2007, A2 pada 2015, dan A3 pada 2016. Saat ini seluruhnya telah mengorbit setelah diluncurkan menggunakan roket dari India.
Sejumlah satelit tersebut selama ini dimanfaatkan untuk berbagai misi, seperti observasi bumi, pemantauan maritim melalui Automatic Identification System (AIS), komunikasi satelit, serta eksperimen teknologi.
Untuk mendukung operasional seluruh satelit tersebut, BRIN saat ini memiliki empat stasiun bumi yang tersebar di sejumlah daerah antara lain di Agam, Bogor, Parepare, dan Biak.



