Pancasila Lahir dari Keberagaman, Persatuan adalah Kekuatan 

3 Min Read
Indonesian official in a suit and peci delivers a speech at a podium with a national emblem, microphone in front, a security guard nearby.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, saat memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila. (Foto: Dok Kemenbud)

Mabur.co – Pancasila lahir dari kesadaran para pendiri bangsa bahwa Indonesia tidak dibangun dari satu suku, satu budaya, atau satu keyakinan saja. 

Di tengah ribuan pulau, ratusan bahasa daerah, dan beragam tradisi yang hidup di Nusantara, para pendiri bangsa memilih persatuan sebagai fondasi utama negara. 

Semangat itulah yang kembali diingatkan Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, dalam peringatan Hari Lahir Pancasila 2026, yang digelar di lapangan Kemendikasmen Senayan, Senin (01/06/2026).

Menurut Fadli, keberagaman Indonesia bukanlah ancaman yang harus dicurigai, melainkan kekuatan besar yang selama ini menjaga bangsa tetap berdiri kokoh. 

Ia menyebut Indonesia sebagai bangsa dengan mega diversity atau tingkat keberagaman yang sangat tinggi, mulai dari budaya, bahasa, adat, hingga cara hidup masyarakatnya.

Namun justru dari keberagaman itulah lahir nilai-nilai penting seperti toleransi, gotong royong, dan rasa kebersamaan yang kemudian dirumuskan menjadi Pancasila.

“Pancasila lahir bukan hanya sebagai dasar negara, tetapi sebagai perekat kebangsaan dan panduan menjaga kedaulatan Indonesia,” ujar Fadli Zon sebagaimana dikutip dari rilis resmi Kementerian Kebudayaan yang diterima Mabur.co, Senin sore.

Nusantara Selalu Diancam

Ia mengingatkan bahwa sejarah menunjukkan Indonesia selalu berada dalam posisi rentan ketika persatuan melemah. Nusantara yang kaya sumber daya pernah menjadi sasaran kekuatan asing saat masyarakat terpecah dan kepemimpinan kehilangan arah.

Karena itu, menurutnya, Pancasila tidak boleh berhenti sebagai simbol seremonial atau sekadar hafalan. Nilai-nilai di dalamnya harus terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah tantangan zaman modern yang semakin kompleks.

Fadli menilai tantangan bangsa saat ini tidak hanya datang dari luar, tetapi juga dari dalam, seperti polarisasi sosial, konflik identitas, hingga lunturnya semangat gotong royong. 

Dalam situasi tersebut, Pancasila menjadi penyangga penting agar Indonesia tetap mampu menjaga persatuan di tengah perbedaan.

Ia juga menekankan bahwa pembangunan nasional harus tetap berpijak pada nilai-nilai Pancasila. Kemajuan ekonomi dan teknologi, menurutnya, perlu berjalan seiring dengan penguatan karakter bangsa dan pelestarian kebudayaan.

Bagi Fadli, Indonesia tidak cukup hanya menjadi negara maju secara ekonomi, tetapi juga harus tetap memiliki kepribadian kuat dalam kebudayaan serta mampu menjaga jati diri bangsa di tengah arus globalisasi.

Menutup pesannya, Fadli mengajak masyarakat menjadikan Hari Lahir Pancasila sebagai pengingat bahwa kekuatan Indonesia terletak pada kemampuannya merawat persatuan di tengah keberagaman.

“Mari kita jaga Pancasila dan amalkan nilainya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hadirkan Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur, berkepribadian dalam kebudayaan serta mampu memberi kontribusi nyata bagi kemanusiaan dan perdamaian dunia,” tutupnya.

Share This Article
Avatar photo
Lahir di Jogja. Fans Man Utd.
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Leave a Comment