Mabur.co – Wisata kuliner memang tidak pernah ada matinya. Selalu ada torobosan baru yang muncul silih berganti, untuk dapat menghadirkan nuansa baru dalam menyantap makanan dan minuman.
Di Kulon Progo, kini hadir sebuah resto unik yang dibuat dengan bentuk heksagonal (segi 6), yang mencerminkan bentuk tumpeng tradisional yang umumnya berbentuk segi enam.
Dilansir dari laman Jogja Tour Holic, Jumat (5/6/2026), Tumpeng Menoreh berdiri di puncak bukit di Desa Ngargoretno, tepatnya di Jalan Kebun Teh Nglinggo, Desa Sumbersari, Ngargoretno, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta.
Destinasi yang satu ini tidak hanya menyajikan hidangan kuliner lezat, Anda juga bisa menikmati pemandangan Perbukitan Menoreh dan gunung-gunung ikonik di pulau Jawa, seperti Gunung Merapi, Merbabu, serta Sindoro-Sumbing.
Tempat ini memang mengusung konsep restoran sekaligus gardu pandang 360 derajat, yang membuat pengunjung bisa menikmati pemandangan tanpa terhalang kendaraan atau hal-hal lainnya.
Tempat ini dirancang dengan konsep modern yang dipadukan dengan karakter alam Menoreh yang alami. Desain bangunannya yang menyerupai tumpeng (makanan khas Jawa) melambangkan doa dan syukur. Itulah yang menjadi asal-usul nama “Tumpeng Menoreh” tercipta.
Awalnya, tempat ini hanya dirancang sebagai area lookout, atau khusus sebagai wisata menikmati pemandangan alam. Namun karena antusiasme wisatawan yang cukup besar, Tumpeng Menoreh kemudian dikembangkan menjadi tempat kuliner yang nyaman dan instagrammable.
Sejak saat itu, Tumpeng Menoreh sanggup menjadi daya tarik baru bagi para wisatawan. Karena mereka tidak hanya disuguhkan pemandangan pegunungan yang eksotis, tapi juga menikmati kuliner khas Kulon Progo yang lezat dan ramah di kantong.
Dari titik tertinggi, Anda bisa melihat perbukitan Menoreh secara jelas, ditemani kabut yang menari di pagi hari, hingga cahaya sunset yang memantul di cakrawala.
Spot ini juga menjadi salah satu favorit untuk sesi foto prewedding bag banyak pasangan, karena mampu menyajikan panorama yang terlihat dramatis.
Selain itu, banyak anak muda juga datang ke sini untuk sekadar duduk, nongkrong, membuka laptop, dan bekerja sambil menikmati suasana yang tenang.
Meskipun lokasinya terbilang cukup terjal karena berada di atas ketinggian 950 meter di atas permukaan laut (mdpl), Tumpeng Menoreh tetap mampu menjadi daya tarik para wisatawan, baik yang berasal dari Kulon Progo maupun daerah-daerah lainnya dari seluruh Indonesia.
Mengingat suhu udara di ketinggian ini cukup dingin, maka disarankan untuk membawa jaket sebagai penghangat badan. (*)

