Mabur.co – Demam Piala Dunia 2026 akan kembali hadir di seluruh dunia dalam hitungan hari. Sebanyak 48 peserta pun sudah mendarat di markas latihannya masing-masing, untuk menjalani setidaknya tiga pertandingan di fase grup.
Piala Dunia 2026 kali ini memiliki tiga negara tuan rumah dari kawasan Amerika Utara, yakni Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Dengan statusnya sebagai ruan rumah, ketiganya pun mendapat privilege untuk lolos langsung ke ajang empat tahunan tersebut, tanpa harus melalui babak Kualifikasi seperti 45 negara lainnya.
Ketiga negara ini memiliki sejumlah kesamaan serta perbedaan budaya tersendiri, yang sekiranya patut menjadi perhatian bagi seluruh masyarakat di dunia, termasuk di Indonesia. Sekalipun Indonesia harus gagal berpartisipasi di ajang ini, akibat takluk dari Arab Saudi dan juga Irak di Kualifikasi ronde keempat zona Asia pada Oktober 2025 lalu.
Dilansir dari laman Bola.com, Rabu (10/6/2026), berikut adalah penjelasan singkat mengenai kebudayaan masing-masing negara, kaitannya dalam persiapan menyambut tamu-tamu dari seluruh dunia, untuk menikmati pesta sepakbola empat tahunan tersebut.
1. Amerika Serikat
Meskipun Piala Dunia kali ini memiliki tiga tuan rumah, namun Amerika Serikat (AS) tidak bisa dipungkiri merupakan negara adidaya yang paling berpengaruh dalam ajang empat tahunan ini.
Terbukti, AS akan menghelat pertandingan terbanyak selama penyelenggaraan ajang ini, yakni sebanyak 78 pertandingan, dari total 104 pertandingan yang tersedia dari babak penyisihan grup hingga babak final.
Sebagai negara yang paling berpengaruh dalam ajang ini, tentunya AS akan menyambut para tamu dari seluruh dunia dengan fasilitas infrastruktur modern dan teknologi stadion tercanggih, yang sudah pernah digunakan tahun sebelumnya pada ajang FIFA Club World Cup 2025.
Selain menyaksikan pertandingan sepakbola, seluruh tamu tersebut juga berkesempatan menjelajahi budaya urbanisme dan ikon global yang ada di kota-kota besar, seperti New York, Los Angeles, dan masih banyak lagi.
Setiap orang yang berkunjung ke AS dipastikan tidak hanya puas menonton pertandinga sepakbola (apalagi jika negaranya menang), tapi juga menikmati berbagai keseruan lainnya, yang dapat menjadi pengalaman tak terlupakan selama menginjakkan kaki di negara super power seperti Amerika.
2. Meksiko
Meksiko juga telah bersiap menyambut para supporter dari seluruh dunia.
Selain menjamu wisatawan untuk menyaksikan pertandingan sepakbola, panitia setempat juga akan memperkenalkan budaya masyarakat adat Meksiko, dengan topi khas-nya bernama Sombrero, yang siap menjadi cinderamata para supporter selama mengunjungi Meksiko di bulan Juni-Juli ini.
Selain itu, para wisatawan juga berkesempatan melihat pameran seni dan kerajinan tangan yang bertema warisan peradaban Aztec dan Maya, yang ada di Mexico City.
Ada pula berbagai kuliner tradisional khas Meksiko yang bisa dicoba oleh para supporter, seperti taco, tamale, dan enchilada, yang biasanya disediakan di kawasan Fan Zone di titik-titik tertentu.
3. Kanada
Bagi Kanada, ini adalah kali pertama mereka merasakan pengalaman sebagai tuan rumah ajang sebesar Piala Dunia. Berbeda dengan AS dan Meksiko yang sudah memiliki pengalaman pada edisi-edisi sebelumnya.
Tentu saja kesempatan ini tidak ingin disia-siakan begitu saja oleh Kanada, yang pada edisi sebelumnya (2022) sempat dilatih oleh juru taktik timnas Indonesia saat ini, yakni John Herdman.
Menyambut Piala Dunia 2026 sebagai tuan rumah, Kanada akan menyambut para tamu undangan dengan berbagai sajian spesial, yang dipusatkan di dua tempat, yaitu di Vancouver serta Toronto.
Vancouver: Dikenal sebagai “Hollywood Utara”, para supporter akan merasakan kombinasi atmosfer sinematik global dan lanskap alam Kanada yang memukau, khususnya saat menyaksikan pertandingan Piala Dunia yang berlangsung di stadion BC Place yang memiliki kapasitas besar.
Toronto: Sebagai kota yang disebut paling multikultural di dunia, Toronto siap memberikan dukungan lintas budaya dari berbagai komunitas imigran, dan menerima seluruh perbedaan budaya dari negara-negara peserta yang akan bertanding di Kanada.
Kanada sendiri hanya akan melangsungkan 13 pertandingan, dari total 104 pertandingan yang tersaji selama Piala Dunia 2026. Sehingga Kanada menjadi negara dengan jumlah pertandingan paling sedikit di antara seluruh negara tuan rumah.
Dengan jumlah pertandingan yang paling sedikit, tentu saja Kanada akan berusaha meyambut tamu mereka sebaik mungkin, dan memastikan mereka akan pulang dengan membawa kenangan terbaik.
***
Piala Dunia 2026 tidak hanya tentang pesta sepakbola selama sebulan penuh, tapi juga bagaimana setiap negara mampu “memperkenalkan diri” kepada masyarakat dunia, tentang budaya dan keramah-tamahan yang mereka miliki selama ini.
Semua sajian itu nantinya akan menjadi daya tarik tersendiri bagi masing-masing negara, yang akan terus dibawa setelah turnamen tersebut usai. (*)

