Mabur.co – Musim libur sekolah membawa berkah tersendiri bagi para petani jeruk di kawasan pesisir pantai selatan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Memanfaatkan banyaknya wisatawan yang datang berlibur, secara kreatif mereka membuka usaha wisata petik buah jeruk langsung dari kebunnya.
Kebun jeruk yang berlokasi di wilayah terpencil pun mampu disulap menjadi destinasi wisata yang ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah.
Memetik Langsung
Konsep yang ditawarkan cukup sederhana. Pengunjung diajak masuk ke area kebun, berkeliling memilih sendiri buah jeruk yang masih menggantung di pohon, lalu memetiknya langsung untuk dikonsumsi di tempat atau dibawa pulang.
Pengalaman berkebun sambil memetik buah jeruk ini pun mampu menjadi daya tarik utama, terutama bagi keluarga yang ingin mengisi liburan dengan kegiatan berbeda dari biasanya.
Pemilik kebun jeruk, Basiran, warga Garongan, mengatakan wisata petik jeruk menjadi cara efektif untuk memasarkan hasil panen tanpa harus melalui perantara.

Selain untuk mendapatkan harga yang lebih baik, dengan cara ini ia pun bisa mendapatkan margin keuntungan yang lebih jika dibandingkan memasok hasil panen ke pengepul.
Harga di Kebun Sama dengan di Pasar
“Harga jeruk yang dibawa pulang pengunjung sama dengan harga di pasar. Rp20 ribu per kilogram. Tapi di sini pengunjung bisa pilih sendiri. Termasuk juga mencicipi buah jeruk langsung di kebun secara gratis untuk merasakan kualitas dan tingkat kemanisannya,” ujarnya.
Menurut Basiran, sebagian besar wisatawan datang karena penasaran ingin merasakan sensasi memetik buah langsung dari pohonnya. Mereka bisa memilih jeruk berdasarkan ukuran dan tingkat kematangan sesuai selera sebelum membawanya pulang.
Baca Juga : Optimalkan Lahan Pesisir Pantai Dua Hektare, Panen Jeruk Dua Ton
Selain menjadi sarana promosi sekaligus penjualan hasil panen, wisata petik jeruk ini pun juga membuka peluang usaha baru di sektor agrowisata.
Di sini pengunjung tidak hanya dapat sekedar membeli buah, tetapi juga belajar secara langsung teknik budidaya jeruk di lahan pasir yang selama ini masih jarang ditemui.
Di tempat ini pengunjung dapat melihat langsung bagaimana para petani mengelola kebun dan merawat tanaman hingga menghasilkan buah berkualitas.
Tingginya minat wisatawan terlihat selama musim liburan. Pengunjung tidak hanya berasal dari Kulon Progo, tetapi juga datang dari berbagai daerah di Yogyakarta dan sekitarnya.

Banyak keluarga memanfaatkan kesempatan ini untuk berwisata sekaligus membeli buah jeruk segar langsung dari sumbernya.
Salah seorang pengunjung, Wuri Rahmawati, mengaku antusias berwisata di kebun ini. Pasalnya harga jeruk yang dijual tidak jauh berbeda dengan harga di pasar.
Namun, ia mengaku datang untuk mencari sensasi dan pengalaman memetik buah jeruk langsung dari pohonnya.
“Di sini kita bisa memilih sendiri buah yang diinginkan. Mau ukuran besar atau kecil. Ya walaupun harus pintar memilih yang sudah matang karena kalau tidak, rasanya masam kurang manis,” ujarnya.
Pengalaman berbelanja yang dipadukan dengan aktivitas rekreasi inilah yang menjadi nilai tambah usaha wisata petik jeruk di kawasan pesisir Kulon Progo.
Tidak sekadar membeli buah, pengunjung juga dapat menikmati suasana kebun, sambil belajar mengenal budidaya jeruk di lahan pasir, sekaligus membawa pulang hasil petikannya sendiri.

