Kulon Progo Kini Punya Sekolah Khusus Lansia, Seperti Apa?

3 Min Read
Four men wearing matching blue polo shirts with a circular logo stand outdoors in a garden setting, looking attentive.
Sejumlah lansia saat mengikuti peresmian Sekolah Puspasari, sekolah khusus para lansia. (Foto: Humas Pemkab Kulon Progo)

Mabur.co – Belajar memang tidak pernah mengenal batas usia. Siapa pun di usia berapa pun setiap orang berhak untuk terus belajar dan mengembangkan dirinya. 

Itulah semangat yang dimiliki sebuah sekolah di Kalurahan Banjaroyo, Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta.

Sekolah ini bernama Sekolah Puspasari, sebuah sekolah khusus bagi para lansia. Sekolah ini dibentuk sebagai ruang belajar sekaligus tempat berkumpul bagi para warga lanjut usia agar tetap sehat, aktif, dan bahagia menjalani masa senja.

Berbeda dengan sekolah pada umumnya, di sekolah ini para siswa yang seluruhnya merupakan warga lanjut usia akan diajak mengikuti pembelajaran nonformal yang dirancang khusus sesuai kebutuhan mereka.

Perwakilan BKKBN DIY, Rohdhiana Sumariati, menjelaskan bahwa keberadaan sekolah tersebut bukan hanya untuk menambah pengetahuan, tetapi juga menjadi sarana bagi para lansia untuk tetap memiliki teman sebaya dan menjaga kesehatan mental mereka.

Menurutnya, banyak lansia yang kerap merasa kesepian atau menganggap dirinya sudah tidak lagi memiliki peran dalam lingkungan sekitar. Padahal, kondisi emosional lansia juga membutuhkan perhatian seperti halnya remaja.

“Melalui sekolah ini, para lansia bisa berkumpul, saling mendukung, dan belajar untuk tetap berpikir positif serta percaya diri,” ujarnya dalam peresmian sekolah ini, Senin (22/6/2026).

Standar S1

Sekolah Lansia Puspasari saat ini berada pada jenjang Standar 1 (S1), dengan fokus utama membentuk lansia yang mandiri dalam menjalani aktivitas sehari-hari. 

Para siswa atau peserta nantinya akan mengikuti 12 materi pembelajaran yang disusun dalam kurikulum khusus dan diberikan secara bertahap.

Materi yang diajarkan tidak hanya berkaitan dengan kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental, pengelolaan emosi, pola hidup sehat, hingga aktivitas yang mampu merangsang fungsi otak dan daya ingat.

Selain pembelajaran di kelas, para peserta juga akan mengikuti aktivitas fisik ringan yang disesuaikan dengan kondisi usia.

Bukan olahraga berat, melainkan gerakan sederhana seperti latihan motorik, tepuk tangan, senam ringan, hingga berbagai aktivitas yang bertujuan menjaga fungsi tubuh dan kecerdasan otak.

Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, menilai keberadaan Sekolah Lansia menjadi langkah penting dalam membangun lingkungan yang ramah bagi warga lanjut usia.

Belajar Proses Sepanjang Hayat

Menurutnya, belajar merupakan proses sepanjang hayat yang tidak berhenti ketika seseorang memasuki usia tua.

“Kita ingin para lansia tetap aktif, mandiri, dan merasa dihargai. Sekolah ini menjadi bukti bahwa usia bukan penghalang untuk terus belajar,” katanya.

Kehadiran Sekolah Lansia Puspasari pun disambut antusias warga. Salah satunya Pitoyo (64), yang mengaku senang karena memiliki ruang baru untuk bersilaturahmi dengan teman-teman seusianya.

Baginya, sekolah tersebut melengkapi kegiatan Posyandu Lansia yang selama ini telah berjalan. Selain menjaga kesehatan, kegiatan rutin yang akan dilakukan juga menjadi kesempatan untuk memperluas pergaulan dan mengisi masa tua dengan aktivitas yang lebih bermakna.

Diharapkan dengan adanya sekolah ini para lansia tidak hanya memiliki usia yang panjang, tetapi juga dapat menjalani masa senja dengan lebih sehat, mandiri, produktif, dan tetap bahagia bersama orang-orang di lingkungan sekitarnya. ***

Share This Article
Avatar photo
Lahir di Jogja. Fans Man Utd.
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Leave a Comment