Ekonomi Lesu, Nilai Ekspor Kerajinan Indonesia Justru Tembus Rp2,97 Triliun

2 Min Read
Perajin di Kulon Progo tengah menganyam kerai bambu. (Foto: JH Kusmargana)

Mabur.co – Di tengah situasi ekonomi dunia yang sedang lesu, tren atau perkembangan industri kerajinan nasional diketahui justru menunjukkan hal positif sejak beberapa bulan terakhir. 

Kementerian Perindustrian RI bahkan mencatat, pada kuartal I tahun 2026 ini, nilai ekspor produk kerajinan Indonesia  meningkat sebesar 4,08 persen atau mencapai USD165,27 juta atau sekitar Rp2,97 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Potensi Besar

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, industri kerajinan memang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Selain mampu menjadi penggerak ekonomi lokal, sektor kerajinan juga dapat memperkuat daya saing ekspor nasional.

“Industri kerajinan merupakan sektor yang memiliki potensi besar karena mampu menciptakan nilai tambah tinggi, memperluas kesempatan kerja, serta memperkuat ekonomi daerah,” ujar Agus Gumiwang dalam keterangan resminya, Kamis (25/6/2026).

Menurut Agus, pemerintah sendiri akan terus mendorong penguatan ekosistem industri kerajinan nasional melalui sejumlah program. Mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia, inovasi produk, hingga perluasan akses pasar. 

Selain itu, pengembangan industri kerajinan juga akan diarahkan agar dapat memanfaatkan bahan baku lokal secara optimal dan mendukung penerapan ekonomi sirkular. Salah satunya dilakukan melalui pengembangan kerajinan berbasis limbah dan produk samping kelapa sawit. 

Guna mewujudkan hal tersebut, Kementerian Perindustrian melalui Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Samarinda bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bahkan juga telah menggelar workshop bagi para pelaku usaha. 

Lewat workshop inilah puluhan pelaku usaha kerajinan yang berasal dari berbagai daerah diberikan pelatihan membuat berbagai produk kerajinan dari limbah dan produk samping termasuk kelapa sawit yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.

Melalui berbagai program pendampingan serta peningkatan kapasitas inilah, diharapkan nantinya akan lahir produk-produk kreatif yang mampu menjawab kebutuhan pasar sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya. 

Share This Article
Avatar photo
Lahir di Jogja. Fans Man Utd.
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Leave a Comment