Perpustakaan Tamansiswa, Koleksi Benda-benda Bersejarah Ki Hajar Dewantara

2 Min Read
Open double doors to a library entrance with a large sign reading 'PERPUSTAKAAN MDKG Tamansiswa' above the doorway.
Perpustakaan yang melestarikan semua koleksi benda bersejarah. Karya-karya tulis dan perjuangan milik pribadi Ki Hajar Dewantara serta kehidupan keluarga Ki Hajar Dewantara. Foto: Setiaky A Kusuma

Mabur. co- Perpustakaan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa adalah Perpustakaan Perguruan Tinggi yang menyediakan berbagai koleksi untuk memberikan layanan kepada segenap civitas akademika dalam membantu proses belajar. Juga melayani masyarakat luas yang membutuhkan informasi. Perpustakaan juga mengadakan kerjasama dan aktif mengikuti kegiatan dalam Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi (FPPTI) DIY. 

Staf Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Tamansiswa, Ki Agus Purwanto, mengatakan, perpustakaan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa berdiri sejak 1956.

Semula bernama Taman Pustaka. Seiring dengan berdirinya Perguruan Tinggi Tamansiswa yang semula bernama Taman Prasarjana.

“Semula perpustakaan bernaung di bawah urusan Bagian Pendidikan Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa. Dikelola saat itu oleh Ki Soeharto. Masih menjadi satu dengan Perpustakaan Dewantara Kirti Griya. Sekarang menjadi Museum Pribadi Ki Hajar Dewantara Kirti Griya,” katanya, Kamis (2/7/2026).

Open old book with a damaged spine resting on a surface, page showing printed text and a purple stamp, with wooden shelves of bound volumes in the background.
Naskah manuskrip Jawa. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Ki Agus Purwanto mengatakan, seiring dengan berkembangnya Fakultas dan Program Studi Taman Prasarjana tersebut, maka perpustakaan kemudian dipisahkan menjadi dua.

Yaitu yang pertama dan utama adalah Perpustakaan Pribadi Ki Hajar Dewantara Kirti Griya. Berlokasi di Jalan Tamansiswa 121 Kompleks Pendopo Tamansiswa sebelah utara.

“Perpustakaan ini mengelola dan melestarikan semua koleksi benda-benda bersejarah. Karya-karya tulis dan perjuangan milik pribadi Ki Hajar Dewantara serta kehidupan keluarga Ki Hajar Dewantara,” katanya.

Ki Agus Purwanto menuturkan, Taman Pustaka Prasarjana yang berlokasi di Kompleks Pendopo Tamansiswa menempati gedung lama (sekitar tahun 1965).

Berdekatan dengan sekolah Ibu Pawiyatan (belakang Pendopo Tamansiswa). Jurusan yang ada pada saat itu adalah Jurusan/Fakultas Hukum, Sejarah, Etnografi.

“Taman Pustaka Prasarjana dalam perkembangannya pada era 1970-an menempati gedung baru. Sebelah selatan pendopo di lantai 2 di bawah koordinasi Ki Junaeri, staf Majelis Luhur Tamansiswa. Kemudian menjadi nama Sarjanawiyata (Universitas) Tamansiswa,” ucapnya.

Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar