Mabur.co– Staf Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Tamansiswa, Ki Agus Purwanto mengatakan, awal-awal masuk di Tamansiswa pada 1997.
Pertama mengelola kesenian di Tamansiswa karena latar belakang di bidang kesenian. Ia pun diperbantukan di Museum Dewantara Kirti Griya dan mendapat Surat Keputusan (SK) sebagai pegawai museum pada Oktober 2003 hingga sekarang.
“Bidang museum bagi saya hal yang baru. Agak lama beradaptasi untuk belajar dan berhasil. Akhirnya saya kerasan (betah) di bagian museum,” ucapnya, Kamis (2/7/2026).
Ki Agus Purwanto mengatakan, dari segi ilmu hanya orang biasa bukan orang hebat. Hanya lebih lama saja di sini daripada yunior yang ada di museum.
Membuat Barang Kuno Menarik
Ia berharap pada penerus-penerus nanti akan meneruskan yang lebih bagus lagi. Keuntungan tugas di museum adalah bisa mencari ilmu baru yang akan selalu muncul.
Dituntut inovasi-inovasi juga karena menampilkan barang kuno. Bagaimana barang kuno akan selalu menarik.
“Kita sebagai penjaga museum, bisa berinteraksi dengan orang-orang selalu bergantian. Karena pengunjung selalu datang ganti-ganti. Menariknya di situ,” katanya.
Ki Agus Purwanto menuturkan, ajaran yang didapat di lingkungan Tamansiswa yakni pemikiran Ki Hajar Dewantara.
Tak hanya menekankan aspek intelektual, tetapi juga moral dan kebangsaan, menanamkan semangat perjuangan dan nasionalisme.
Ajaran Ki Hajar Dewantara yang bisa didapat juga yakni membangun dan membentuk daya saing bagi para pemuda dan pemudi agar mampu mengejar ketertinggalan dengan negara lain.
Serta menghargai budaya lokal dengan menekankan pentingnya pendidikan yang berbasis kebudayaan agar para generasi muda dapat mempertahankan nilai-nilai budaya luhur Indonesia. Sambil tetap terbuka terhadap pengaruh budaya luar yang sesuai.
“Hingga kini, nilai-nilai perjuangan Ki Hajar Dewantara terus relevan dan menjadi inspirasi bagi generasi muda dalam menuntut ilmu. Serta berkontribusi bagi kemajuan bangsa,” katanya. ***

