Komunitas Sepeda Federal Bangun Masjid, Jadi Tempat Singgah Pesepeda Seluruh Indonesia

5 Min Read
Green mosque with yellow trim and decorative lattice walls, named Masjid Jami MTBFI, and a row of bicycles parked outside with people nearby.
Masjid Jami MTBFI, masjid tempat singgah pesepeda. (Foto: Gowes Pesiar)

Mabur.co – Dari sekian banyak komunitas berbasis hobi yang ada di Indonesia, terdapat sebuah komunitas unik yang memiliki rasa kebersamaan, kepedulian, dan solidaritas luar biasa tinggi dari para anggotanya.

Tak hanya rutin menjalankan hobi mereka secara bersama-sama, mereka juga aktif menggelar berbagai kegiatan sosial dengan melibatkan seluruh anggotanya yang tersebar di berbagai daerah. 

Yang paling tidak disangka-sangka, komunitas ini bahkan mampu mendirikan sebuah masjid yang mereka bangun secara mandiri dengan memanfaatkan dana hasil sumbangan para anggotanya. 

Itulah komunitas sepeda MTB Federal Indonesia. Komunitas sepeda terbesar di Indonesia yang memiliki anggota hingga puluhan bahkan ratusan ribu orang dan tersebar di berbagai wilayah kabupaten maupun kota.

Exterior of Masjid JamimtbfI with a green lattice wall, yellow trim, and a line of bicycles parked along the entrance.
Masjid Jami MTBFI, masjid yang dibangun Komunitas Sepeda Federal Indonesia (Foto: Gowes Pesiar)

Terletak di Desa Cibeuteung Udik, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Masjid Jami MTBFI ini berdiri megah dan menjadi simbol kuatnya solidaritas para pecinta sepeda Federal. 

Bahkan, masjid ini diyakini menjadi salah satu, bahkan mungkin satu-satunya rumah ibadah di Indonesia yang dibangun atas inisiatif komunitas sepeda.

Gagasan membangun masjid ini bermula pada 2015. Muncul dari anggota Komunitas Federal Tangerang Selatan. Saat itu ada keinginan agar komunitas MTBFI tidak hanya menjadi wadah menyalurkan hobi bersepeda, tetapi juga meninggalkan amal jariyah yang manfaatnya bisa dirasakan masyarakat luas.

Sisihkan Infak

Berbekal keyakinan bahwa sumbangan kecil dari banyak orang dapat menghasilkan sesuatu yang besar, para anggota komunitas mulai mengumpulkan dana secara swadaya. Mereka menyisihkan infak rutin setiap bulan, meski nominalnya tidak besar.

Selain dari infak anggota, dana pembangunan juga berasal dari berbagai kegiatan kreatif komunitas. Mulai dari penjualan jersey komunitas, hasil lelang sepeda Federal, hingga keuntungan anggota yang berjualan sepeda maupun suku cadang Federal. Sebagian rezeki yang diperoleh kemudian disisihkan untuk pembangunan masjid.

Group of cyclists in colorful jerseys chat outside a green-and-yellow pavilion with decorative lattice walls in a park.
Masjid Jami MTBFI (Foto: Gowes Pesiar)

Seluruh dana dikelola secara terbuka melalui Yayasan Masjid Jami MTBFI. Laporan pemasukan dan pengeluaran rutin dipublikasikan melalui media sosial sehingga seluruh anggota dapat memantau perkembangan pembangunan secara transparan.

Pembangunan masjid akhirnya dimulai pada 2017 di atas lahan seluas sekitar 290 meter persegi. Setahun kemudian, tepatnya pada 2018, Masjid Jami’ MTBFI mulai bisa digunakan masyarakat dan resmi berdiri tahun 2020.

Lebih dari sekadar tempat ibadah, masjid tersebut juga dirancang sebagai rumah singgah bagi para pesepeda. Di dalam kompleksnya tersedia ruang istirahat, dapur sederhana, hingga fasilitas minuman seperti teh dan kopi yang dapat dimanfaatkan para pesepeda yang sedang melakukan perjalanan jauh.

Yellow banner covered with many cycling federation logos in a grid-like collage.
Masjid Jami MTBFI, masjid anak sepeda (Foto: Gowes Pesiar)

Keberadaan rumah singgah itu bukan tanpa alasan. Di kalangan anggota MTBFI, kegiatan touring antarkota bahkan antarprovinsi merupakan hal yang lumrah. Banyak anggota yang mengayuh sepeda ratusan kilometer selama beberapa hari. Kehadiran Masjid Jami’ MTBFI menjadi tempat beristirahat sekaligus mempererat persaudaraan antarpesepeda.

Masjid ini juga tidak hanya diperuntukkan bagi anggota MTBFI. Pengelola membuka pintu bagi seluruh komunitas sepeda maupun masyarakat sekitar. Bekerja sama dengan Yayasan Al-Misbah, masjid rutin digunakan untuk kegiatan keagamaan, termasuk Taman Pendidikan Alquran (TPA) bagi anak-anak dan berbagai aktivitas sosial lainnya.

Logo Komunitas Federal Ribuan Anggota

Keunikan lain tampak dari desain bangunannya. Sejumlah logo komunitas Federal dari berbagai daerah menghiasi beberapa bagian masjid sebagai simbol bahwa rumah ibadah tersebut lahir dari kebersamaan ribuan anggota di seluruh Nusantara.

Bagi MTBFI, pembangunan masjid ini bukan akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal dari amal jariyah yang terus mengalir. Hingga kini infak anggota masih terus berjalan untuk mendukung operasional dan pengembangan masjid.

Di tengah banyaknya komunitas yang hanya berfokus pada kegiatan hobi, MTBFI menunjukkan bahwa kecintaan terhadap sepeda juga dapat melahirkan gerakan sosial yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Sebuah bukti bahwa kayuhan pedal ternyata mampu menggerakkan lahirnya sebuah rumah ibadah yang menjadi milik bersama. (Berbagai sumber)

Decorative yellow lattice wall with geometric star patterns and a central green circular emblem, part of a colorful building façade.
Masjid Jami MTBFI, masjid dengan logo Komunitas Sepeda Federal Indonesia (Foto: Gowes Pesiar)

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar