Rayakan Hari Kemerdekaan ke-51, Cape Verde Jadi Perbincangan Dunia Internasional

4 Min Read
Soccer team celebrates on the field, arms raised, with banners and flags as the stadium crowds cheer in the background.
Para pemain Cape Verde berfoto bersama usai memastikan diri lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026. (Foto: Athlon Sports)

Mabur.co – Sebelum ajang Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, mungkin tidak ada satupun yang mengenal negara kepulauan kecil di pesisir barat Afrika yang satu ini.

Namun ketika bermain sebanyak empat pertandingan di Piala Dunia kali ini, dunia langsung mengenal siapa itu Cape Verde, dan apa yang sudah ditorehkan oleh timnasnya sebagai debutan di turnamen empat tahunan ini.

Dalam turnamen ini, mereka sukses menahan imbang seluruh langganan Piala Dunia, setidaknya hingga waktu normal. Di mana tiga di antaranya merupakan mantan juara dunia, bahkan satu di antaranya merupakan juara dunia bertahan, yakni Argentina.

Meskipun perjalanan Vozinha dan kawan-kawan harus terhenti di babak 32 besar oleh Lionel Messi cs, namun perjuangan mereka selama turnamen ini tetap patut mendapat apresiasi tertinggi, khususnya dengan status sebagai debutan.

Sejarah Negara Cape Verde

Flag with a blue field and a white-red horizontal stripe across the center, surrounded by a ring of yellow stars.
Bendera negara Cape Verde (Foto: cabo-verde.cv)

Dilansir dari laman Ensiklopedia Britannica, Minggu (5/7/2026), Cape (Tanjung) Verde adalah negara kepulauan eksotis yang terletak di Samudra Atlantik, sekitar 450 km dari pesisir barat benua Afrika.

Negara ini dulunya merupakan jajahan Portugal sejak tahun 1456, di mana wilayah ini telah dikuasai selama ratusan tahun lamanya, sebelum akhirnya berhasil memerdekakan diri pada 5 Juli 1975.

Tak heran jika penduduk di negara ini banyak yang memiliki keturunan Portugis, dan pastinya bisa berbahasa Portugis.

Sama halnya seperti Indonesia, yang masih kental dengan nuansa Belanda di daerah-daerah tertentu, mengingat Indonesia juga merupakan negara bekas jajahan Belanda selama lebih dari tiga setengah abad.

Negara ini juga dikenal dengan budaya Kreol yang unik (hasil campuran Portugis-Afrika), pantai berpasir putih, dan pegunungan bersifat vulkanik.

Jumlah penduduk di negara ini diperkirakan hanya mencapai 529 juta jiwa, yang bahkan masih lebih sedikit dari penduduk kota Malang, Jawa Timur, yang mencapai 892 ribu jiwa.

Cape Verde pun menjadi salah satu negara dengan jumlah penduduk paling sedikit di dunia, sekaligus menjadi negara paling kecil di antara 48 peserta Piala Dunia tahun ini.

Kado HUT Kemerdekaan ke-51

Blue event poster inviting to The 4th Annual Cape Verde Independence Day Celebration with flags, fireworks, and a large soccer ball in the foreground.
Banner perayaan HUT kemerdekaan Cape Verde ke-51, sekaligus momen apresiasi perjuangan timnas Cape Verde di Piala Dunia 2026 (Foto: Facebook Scituate Sister City Cape Verde)

Di saat yang hampir bersamaan, Cape Verde juga merayakan hari jadinya yang ke-51 tahun pada hari Minggu ini (5/7/2026).

Itu artinya, skuad asuhan Pedro Leitão Brito (Bubista) ini akan disambut bak pahlawan, ketika kembali menginjakkan kaki di negaranya sendiri, setelah berjuang habis-habisan di Piala Dunia 2026.

Selain itu, dikutip dari dari akun Facebook Scituate Sister City Cape Verde, Minggu (5/7/2026), masyarakat setempat akan merayakan hari jadinya yang ke-51 dengan sejumlah acara menarik, sekaligus untuk mengapresiasi perjuangan timnasnya yang sudah tampil habis-habisan di ajang Piala Dunia tahun ini.

Acara yang digelar antara lain pertunjukan musik, festival kuliner, rekreasi keluarga, dan masih banyak lagi.

Selain itu, akan diadakan pula upacara pengibaran bendera dan festival budaya tradisional di berbagai wilayah diaspora, seperti di New Bedford dan East Providence, Amerika Serikat.

Dengan sensasi yang ditorehkan di Piala Dunia kali ini, maka tak heran jika nama Cape Verde mulai diperhitungkan di dunia internasional.

Tidak hanya dalam aspek sepakbolanya saja, melainkan juga seluruh aspek strategis lainnya, yang tentu saja akan berdampak masif pada branding Cape Verde dalam pergaulan internasional. (*)

Share This Article
Avatar photo
Lulusan program studi Jurnalistik STMM Yogyakarta, Jurnalis mabur.co, Writing Is Journey Of My Life
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar