Mengapa Istilah “Gowes” Identik dengan Aktivitas Bersepeda?

4 Min Read
Group of cyclists riding together on a rural road, front row wearing helmets and colorful jerseys fallowing a lead rider in white polo.
Ilustrasi. Gowes (bersepeda) yang dilakukan masyarakat secara serentak di sebuah jalan perkampungan. (Foto: Endless Probolinggo)

Mabur.co – Aktivitas bersepeda merupakan sesuatu yang cukup menyenangkan, apalagi jika dilakukan bersama teman-teman, keluarga, atau komunitas tertentu, yang biasanya dilakukan di hari libur (Minggu), dan seterusnya.

Dalam menjalankan aktivitas bersepeda tersebut, ada satu istilah tidak umum namun cukup populer sejak pertengahan 2000-an, yakni “gowes”.

Dilansir dari laman Universitas Widya Mataram, Minggu (5/7/2026), istilah ini seolah datang begitu saja, yang kerap diasosiasikan dengan kegiatan bersepeda, terutama yang dilakukan secara kolektif.

Ada beberapa versi yang disinyalir menjadi asal-usul terciptanya istilah ini. Salah satu yang cukup populer adalah kecenderungan bahwa kata ini berasal singkatan dalam bahasa Jawa, yakni “Genjot Wes” yang berarti “ayo dikayuh” atau “sudah dikayuh”.

Versi lain juga menyebutkan bahwa istilah ini merupakan plesetan lainnya dalam bahasa Jawa yakni “Genjot Ora Genjot Wis Teles” (dikayuh atau tidak dikayuh, badan tetap basah oleh keringat), dan seterusnya.

Istilah ini pun menjadi semakin populer, ketika salah satu stasiun televisi juga pernah membuatkan segmen khusus “Gowes” di tahun 2016 silam.

Sejak saat itu, setiap kali ada yang menyebut kata “gowes”, maka orang-orang pasti akan merujuk ke aktivitas bersepeda, dan melakukannya bersama banyak orang sekaligus.

Diresmikan dalam Kamus Bahasa Indonesia

Ketika penggunaannya semakin populer di kalangan masyarakat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) pun turut menjadikan istilah “gowes” sebagai salah satu kosakata dalam bahasa Indonesia, tepatnya sejak tahun 2016.

Jika ditengok di situs resmi Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata “gowes” memiliki dua arti khusus, yakni “bersepeda” dan juga “menggowes”, atau mengayuh pedal sepeda.

Artinya secara umum, gowes sudah diakui oleh kamus sebagai kegiatan bersepeda atau mengayuh pedal sepeda, dan dikategorikan sebagai kata kerja (verb).

Dalam kehidupan sehari-hari pun, masyarakat juga lebih banyak menggunakan kata “gowes” ketimbang “bersepeda”. Karena kata “gowes” lebih mudah diucapkan, dan memiliki suku kata yang lebih singkat, yakni dua suku kata (go-wes), ketimbang bersepeda yang memiliki empat suku kata (ber-se-pe-da).

Meskipun kata “gowes” diyakini berasal dari bahasa Jawa, namun kata ini sudah cukup umum digunakan di seluruh Indonesia, serta menjadi identitas yang sangat lekat dengan kegiatan bersepeda di saat senggang/hari libur.

Terus Berkembang

Tidak hanya dijadikan kosakata dalam kamus Bahasa Indonesia, penamaan “gowes” juga terus berkembang dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat hingga saat ini.

Banyak masyarakat (serta pemerintah) mengadakan acara gowes bareng di hari Minggu atau saat memasuki hari libur, demi mengisi waktu luang dengan kegiatan olahraga yang murah dan menyehatkan.

Selain itu, kegiatan bersepeda atau “gowes” juga sangat efektif untuk membangun kebersamaan dan kampanye gaya hidup sehat di kalangan masyarakat, guna melepaskan diri dari rutinitas pekerjaan, sekaligus rutinitas bermain hape, yang selalu menjadi distraksi terbesar manusia saat ini.

Karena ketika menjalani aktivitas gowes, tentu saja manusia tidak bisa melakukannya sambil bermain hape atau melihat layar dan semacamnya, karena hal itu akan sangat berbahaya bagi dirinya sendiri maupun orang lain di sekitarnya.

Di sisi lain, aktivitas gowes masih bisa dilakukan sambil berbincang-bincang dengan orang-orang di sekitarnya, asalkan tetap dalam batasan tertentu, dan tidak melanggar ketentuan lalu lintas, dan lain sebagainya.

Ketika aktivitas gowes bisa dilakukan dengan mudah, murah, dan mampu merekatkan kebersamaan dengan sesama, maka tak heran apabila kegiatan ini menjadi salah satu yang bersifat favorit di hati masyarakat saat mengisi waktu luang maupun hari libur, karena semuanya sudah all in dalam satu waktu. (*)

Share This Article
Avatar photo
Lulusan program studi Jurnalistik STMM Yogyakarta, Jurnalis mabur.co, Writing Is Journey Of My Life
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar