Mabur.co- Era sepeda yang kini surut, tak membuat Margono, warga Ngentak, Argorejo, Sedayu, Bantul, ikut turun semangat menyukai sepeda.
Ia justru masih tetap setia dengan profesi sebagai tukang servis sepeda di bengkel miliknya di Desa Ngentak, Argorejo, Sedayu, Bantul, tersebut.
Setiap hari dirinya bergelut dengan tumpukan sepeda yang mengantre untuk diservis maupun mengganti spare part.
Beragam jenis sepeda dapat disembuhkan penyakitnya, dari jenis sepeda mini, sepeda MTB, BMX, hingga sepeda jadul peninggalan nenek moyang.

Margono mengatakan, bengkel miliknya adalah bengkel restorasi. Kemampuannya adalah melakukan servis sepeda kuno.
“Karena ini sudah turun-temurun dari bapak saya yang dulu buka bengkel sepeda restorasi onthel. Sedangkan untuk onderdil kalau yang kuno beli tidak ada. Jadi kita membuat yang penting ada contohnya kita bisa buatkan,” katanya, saat ditemui di rumahnya, Minggu (5/7/2026).

Margono mengatakan, untuk perbedaan sepeda kuno dengan sekarang, dalam bentuknya. Perkakas, konstruksi, diameter, ban, roda, juga beda-beda.
“Yang kita restorasi sepeda tahun 1920 sampai 1950. Itu yang paling banyak direstorasi di bengkel saya. Berbagai pelanggan datang tidak hanya restorasi saja, tetapi ada yang cuma servis saja. Dibuat fungsional nyaman. Jadi tetap apa adanya. Tapi nanti dibuat nyaman, dipakai juga aman. Termasuk rem-remnya.
Ada juga yang sudah berkarat dan sebagainya. Ada yang permintaan memang untuk dibuat seperti baru dari pabriknya, termasuk cat, kemudian transfer merk. Kemudian ada garis-garis dari strip-stripnya itu. Kemudian ada lagi yang minta dibuat seperti baru. Kalau ada kekurangan part onderdil, kita buatkan. Sesuai tahun sepeda. Misalnya sepeda tahun 1930-an. Nah, stangnya nggak ada. Atau gir nggak ada. Nah, itu nanti kita bikinkan,” ucapnya.

Menurut Margono pula, pernah ada pelanggan yang datang, memperbaiki yang memang apa adanya. Mulai dari rangka atau porok. Kemudian dibangun sepeda utuh tapi tidak dicat. Apa adanya. Tergantung keinginan.
”Untuk kesulitan selama ini tidak ada. Tetapi awal dulu saya merasa kesulitan. Misalnya belum pernah bikin dan mengerjakan. Kita cari literasinya dan kita bikinkan. Yang sulit karena kita imajinasinya dari nggak ada ke ada. Ukuran-ukurannya nggak ada contohnya. Itu yang mungkin sulit. Tetapi kalau sudah proses, nanti bisa gampang,” katanya.
Selesaikan 10 hingga 15 Sepeda
Margono mengatakan, setiap hari bisa menyelesaikan 10 hingga 15 sepeda. Tumpukan yang ada di bengkelnya jika sudah selesai bisa segera diambil pemilik menjelang Magrib.
“Namun saat menjelang Magrib itu pun bisa banyak lagi sepeda yang datang untuk minta diperbaiki,” katanya.
Margono menjelaskan, sudah menekuni servis sepeda sejak lulus SMA. Jenis sepeda onthel klasik produksi Inggris dan Belanda seperti Raleigh, Hercules, Simplek, Batavus, dan lainnya yang mendominasi pengerjaan.
“Banyak kolektor sepeda klasik yang memiliki fitur operan gigi tromol (verseneling) dengan suara khas ‘cik-cik’ saat berjalan. Jika mengalami masalah atau kerusakan maka biasanya mempercayakan garapan saya,” katanya.

