Mengapa Makan Pedas Sering Membuat Kepala Berkeringat?

4 Min Read
Man with a beard and red sauce on his lips eats with a spoon at a booth in a casual restaurant, surrounded by other diners at wooden tables.
Ilustrasi. Seseorang saat merasakan berkeringat setelah mengonsumsi makanan pedas. (Foto: Only My Health)

Mabur.co – Pernahkah Anda memperhatikan dengan seksama, ketika Anda mengonsumsi makanan pedas, atau saat melihat orang lain mengonsumsi makanan pedas, baik secara langsung, di televisi, atau di media sosial, hampir semuanya mengeluarkan reaksi yang sama, yakni berkeringat.

Padahal kita tidak sedang melakukan aktivitas fisik atau berolahaga, tapi setiap mengonsumsi makanan-makanan pedas seperti ayam geprek, tahu penyet, oseng mercon, dan seterusnya, hampir selalu ada keringat yang bercucuran dan membasahi muka sedemikian rupa, sehingga membuat aktivitas makan menjadi sedikit terganggu, lantaran harus membersihkan keringat terlebih dahulu, dan sebagainya.

Lalu apakah yang sebenarnya terjadi, dan mengapa keringat itu hanya terjadi pada makanan pedas saja, tapi tidak pada makanan non-pedas lainnya?

Dilansir dari laman Alodokter, Senin (6/7/2026), berikut adalah penjelasan selengkapnya mengenai fenomena tersebut.

Rasa pedas biasanya diasosiasikan dengan panas, api, atau sesuatu yang terbakar. Itu merupakan reaksi dari senyawa capsaicin pada cabai (sumber utama penghasil rasa pedas), untuk mengelabuhi otak agar merespons sensasi terbakar dengan cara meningkatkan suhu tubuh.

Ketika tubuh berada dalam suhu yang lebih tinggi dari biasanya (setelah mengonsumsi makanan pedas), maka otak langsung merespons dengan meningkatkan metabolisme dan melebarkan pembuluh darah, lalu menstabilkannya dengan mengeluarkan kelenjar keringat, terutama di bagian kepala dan wajah, untuk dapat mendinginkan kembali suhu tubuh ke titik asalnya.

Adapun rangkaian proses ini dikenal dengan istilah gustatory sweating, dengan penjelasan lengkapnya sebagai berikut.

1. Aktivasi Reseptor Panas

Saat Anda mengonsumsi makanan pedas, zat kimia bernama capsaicin akan berikatan langsung dengan reseptor saraf TRPV1 di mulut dan lidah. Reseptor ini adalah saraf yang juga ikut merespons suhu panas di dalam tubuh.

2. Respons Otak terhadap Rasa Panas dari Makanan Pedas

Sinyal dari reseptor tadi kemudian dikirim ke hipotalamus, yaitu bagian otak yang mengatur suhu tubuh. Pada bagian ini, otak akan merespons seolah-olah Anda sedang kepanasan atau demam (sehingga mengeluarkan cairan dari dalam hidung).

3. Sistem Pendinginan Alami

Sebagai mekanisme defensif agar suhu inti tubuh tetap dalam batasan normal, sistem saraf otonom akan memerintahkan kelenjar keringat untuk memproduksi dan melepaskan keringat keluar dari tubuh.

Area kepala, dahi, dan wajah yang memiliki kepadatan kelenjar ekrin yang cukup tinggi, merupakan wilayah yang paling cepat dan mudah berkeringat setelah mengonsumsi makanan pedas. Sehingga keringat pun akan lebih cepat terlihat pada ketiga bagian ini.

***

Cara Mengatasi

Cara mengatasi berkeringat saat mengonsumsi makanan pedas yang paling mudah adalah dengan menyiapkan minuman dan tisu, untuk membersihkan dan menetralisir suhu tubuh agar menuju ke angka yang sewajarnya.

Minuman yang disiapkan juga haruslah bersuhu dingin (dengan tambahan es), agar menjadi antitesis dari rasa pedas, yang begitu identik dengan istilah “panas”.

Selain itu, Anda juga bisa mengurangi tingkat kepedasan makanan secara berkala, makan dengan porsi yang lebih sedikit, serta menyalakan kipas angin atau AC di ruangan, agar suhu tubuh Anda bisa kembali sejuk.

***

Meskipun berkeringat adalah proses alamiah yang terjadi setelah mengonsumsi makanan pedas, namun pola konsumsi semacam ini juga tidak bisa dilakukan terus-menerus secara berlebihan. Karena efek sampingnya juga bisa berbahaya bagi kesehatan tubuh, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. (*)

Share This Article
Avatar photo
Lulusan program studi Jurnalistik STMM Yogyakarta, Jurnalis mabur.co, Writing Is Journey Of My Life
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar