Mengapa Bersepeda Kerap Jadi Menu Latihan Lintas Disiplin Atlet?

3 Min Read
Pembalap MotoGP, Marc Marquez (kiri), bersama rombongan pembalap MotoGP lainnya, menjajal sirkuit Le Mans, Prancis dengan sepeda sebagai salah satu latihan kardio untuk proses recovery atlet profesional. (Foto: Presse Sports)

Mabur.co – Bagi banyak cabang olahraga (cabor), aktivitas bersepeda kerap dijadikan sebagai menu latihan tertentu bagi para atlet profesional, entah itu sepakbola, voli, balap motor, balap mobil, bulutangkis, basket, dan masih banyak lagi.

Bisa dibilang, hampir semua cabor selalu menempatkan aktivitas bersepeda, sebagai salah satu rutinitas latihan yang harus dilakukan secara rutin, selain tentunya menjaga nutrisi, istirahat, serta latihan sesuai cabor masing-masing.

Padahal jika dilihat dari kacamata orang awam, cabor-cabor seperti yang telah disebutkan di atas tidak benar-benar terkait dengan urusan gowes alias bersepeda. Namun tetap saja, bersepeda adalah salah satu menu latihan wajib yang harus dilahap oleh para atlet, untuk bisa mencapai kebugaran maksimal sebelum kembali bertanding.

Dilansir dari laman JOIN Cycling, Minggu (5/7/2026), aktivitas bersepeda merupakan menu latihan silang (cross training) yang cukup populer bagi para atlet dari lintas cabor, mengingat sifatnya yang low impact (berisiko rendah), serta mampu menghasilkan kapasitas kardiovaskular (ketahahan jantung) yang lebih tinggi dari sebelumnya, sekaligus memperkuat bagian otot kaki tanpa memberikan tekanan yang ekstrem pada sendi (lutut dan engkel).

Dengan begitu, aktivitas bersepeda dinilai cukup efektif untuk pemulihan aktif (active recovery) bagi atlet yang bersangkutan

Selain itu, ada beberapa keunggulan lainnya yang akan didapatkan, ketika para atlet melakukan proses recovery dengan kegatan bersepeda, di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Memaksimalkan Kapasitas Aerobik

Latihan mengayuh yang dilakukan secara konstan dapat memacu detak jantung dengan lebih stabil.

Selain itu, kegiatan ini dapat melatih sistem pernapasan dan kardiovaskular secara bersamaan, di mana keduanya merupakan aspek krusial bagi ketahanan fisik atlet cabor apapun.

2. Penguatan Otot secara Fokus dan Terstruktur

Kegiatan bersepeda umumnya banyak menggunakan paha depan dan belakang, betis, dan juga bokong secara konstan tanpa benturan.

Hal itu tentunya cukup efektif untuk menjaga rasio massa otot, sekaligus mengikis lemak tubuh.

3. Menguatkan Ketahanan Fisik dan Mental

Secara tidak langsung, mengayuh pedal sepeda dalam durasi lama juga dapat melatih fokus, kedisiplinan, dan daya juang para atlet.

Tidak hanya itu, bersepeda yang dilakukan secara teratur juga sangat baik untuk menjaga kebugaran tubuh para atlet, baik secara fisik maupun mental.

Karena tentu saja, dengan intensitas latihan yang terus digenjot setiap harinya, setiap atlet perlu memiliki tingkat kebugaran yang cukup baik, untuk bisa kembali bersaing dalam pertandingan selanjutnya, dan seterusnya.

***

Kegiatan bersepeda atau gowes memang bisa dilakukan oleh semua orang dari kalangan mana saja. Namun bagi atlet profesional, aktivitas yang satu ini seperti sebuah “barang wajib” yang harus selalu dilakukan dengan jadwal tertentu.

Mengingat manfaatnya yang begitu besar bagi para atlet, maka tak heran bila aktivitas bersepeda merupakan favorit bagi banyak atlet, yang selalu ingin memacu batas maksimal performa dirinya, setiap kali bertanding di lapangan/arena. (*)

Share This Article
Avatar photo
Lulusan program studi Jurnalistik STMM Yogyakarta, Jurnalis mabur.co, Writing Is Journey Of My Life
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar