Mabur.co – Hampir semua masyarakat di Indonesia mengenal sosok Pangeran Diponegoro. Sebagai salah satu pahlawan terbesar yang dimiliki Indonesia namanya sangat harum dan selalu diingat semua generasi.
Namun ada satu pertanyaan yang mungkin akan selalu sulit terjawab sampai kapan pun. Seperti apa sebenarnya wajah asli Pangeran Diponegoro? Apakah benar seperti yang selama ini kita kenal?
Mengobarkan perang besar melawan penjajah Belanda di era tahun 1825-1830, Pangeran Diponegoro hidup pada masa ketika teknologi fotografi belum berkembang seperti sekarang.
Tak heran wajah Pangeran Diponegoro selama ini hanya dikenal melalui berbagai sketsa, lukisan, atau ilustrasi yang dibuat pada masa berbeda, oleh orang-orang yang berbeda, serta dengan sudut pandang yang berbeda pula.
Menariknya, wajah Pangeran Diponegoro yang selama ini paling populer dan dikenal masyarakat Indonesia, ternyata bukan satu-satunya gambaran tentang sosok Pangeran Jawa itu.
Pasalnya ada banyak versi wajah Pangeran Diponegoro yang pernah dibuat, sehingga bisa menjadi sumber referensi tambahan untuk mengetahui seperti apa sosok Pangeran Diponegoro dalam konteks yang berbeda.
Berikut enam versi wajah Pangeran Diponegoro yang pernah dikenal publik.
1. Versi A.J. Bik

Inilah wajah Pangeran Diponegoro yang paling populer di Indonesia. Sketsa ini dibuat langsung oleh hakim Belanda A.J. Bik saat bertemu dengan sang pangeran di Balai Kota Batavia setelah ia ditangkap pada 1830.
Menurut sejumlah sumber, sketsa ini dibuat saat Pangeran Diponegoro diketahui sedang menderita malaria. Karena itu, wajahnya tampak lebih tirus, berjanggut lebat, dan terlihat letih.
Potret inilah yang kemudian menjadi rujukan berbagai lukisan setelah Indonesia merdeka.
2. Versi Basoeki Abdullah

Maestro seni lukis Indonesia Basoeki Abdullah kemudian mengadaptasi sketsa A.J. Bik menjadi lukisan realistis yang jauh lebih hidup.
Versi inilah yang akhirnya menjadi wajah resmi Diponegoro di berbagai media. Masyarakat mengenalnya melalui buku pelajaran, museum, poster sejarah, uang rupiah, lambang Kodam IV/Diponegoro, hingga identitas Universitas Diponegoro.
Boleh dikatakan, inilah wajah Diponegoro yang paling membentuk ingatan kolektif bangsa Indonesia.
3. Versi Seniman Keraton

Lukisan paras Pangeran Diponegoro ini dibuat oleh salah satu seniman Keraton Yogyakarta. Dilukis dengan arang saat setelah pernikahan dengan istri sah pertama 25 Februari 1807.
Wajah Pangeran Diponegoro muda terlihat digambarkan dengan menggunakan pakaian tradisional Jawa lengkap dengan blangkon.
4. Versi Mayor François Vincent Henri Antoine de Stuers

Potret Pangeran Diponegoro, karya Mayor François Vincent Henri Antoine de Stuers ini, diperkirakan dibuat sekitar tahun 1830. Gambaran wajah sang pangeran nampak memiliki perbedaan cukup mencolok dari versi pelukis Eropa lainnya di era yang sama.
5. Versi Harijadi S

Lukisan Pangeran Diponegoro dengan judul Pangeran Ontowiryo karya Harijadi S ini dilukis sekitar tahun 1946 menggunakan cat minyak di atas kanvas ukuran 100×80 cm, merupakan koleksi Istana Presiden RI. Termasuk lukisan Pangeran Diponegoro yang kurang populer dan tidak banyak dikenal publik secara luas.
6. Versi Soedjono Abdullah

Data yang ditemukan hanya keterangan lukisan Pangeran Diponegoro karya Soedjono Abdullah ini dibuat tahun 1947 dengan media cat minyak di atas kanvas. Memiliki dimensi 82 x 102 cm. ***
