Mabur.co – Sebanyak 842 anak-anak hingga remaja mengikuti Kompetisi Bahasa dan Sastra 2026 tingkat Kabupaten Kulon Progo. Para pemenang kompetisi tersebut menerima penghargaan dalam acara yang digelar di Taman Budaya Kulon Progo, Selasa (21/7/2026).
Kompetisi ini diikuti peserta dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA sederajat hingga masyarakat umum. Khusus kategori masyarakat umum, peserta mengikuti lomba mendongeng.
Sebanyak tujuh kategori dilombakan, yakni alih aksara Jawa, maca crita cekak, maca geguritan, macapat, sesorah, pranatacara, dan mendongeng.
Kepala Bidang Bahasa, Sastra, Sejarah, dan Permuseuman Dinas Kebudayaan Kulon Progo, Gunawan Edy Nugroho, mengatakan seluruh peserta yang masuk babak final telah melalui proses seleksi.
“Tahun 2026 ini kompetisi bahasa dan sastra diikuti sebanyak 842 peserta. Kemudian disaring, dan babak finalnya berlangsung sejak Minggu hingga Selasa ini, lalu kita umumkan hasilnya hari ini,” ujarnya.
Penyerahan penghargaan berlangsung meriah. Para pemenang tampak menerima piala dan piagam penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas kemampuan mereka dalam bidang bahasa dan sastra.
Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, mengapresiasi seluruh peserta yang telah mengikuti kompetisi. Menurutnya, ajang tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk berkompetisi, tetapi juga melatih mental generasi muda.
Membentuk Sikap Sportif
Ia juga menilai adanya kompetisi bahasa dan sastra semacam ini penting untuk mengenalkan generasi muda pada warisan budaya sekaligus membentuk sikap sportif.
“Dengan kegiatan semacam ini anak-anak kita mengenal ajang perlombaan, mengenal adanya kalah dan menang secara sportif. Ini penting untuk menguatkan kemampuan serta mental anak-anak agar benar-benar menjadi generasi yang hebat,” katanya.
Selain menjadi ajang prestasi, kompetisi ini juga menjadi salah satu upaya menjaga keberlanjutan bahasa dan sastra daerah di tengah arus zaman.
Melalui lomba seperti macapat, geguritan, sesorah, hingga alih aksara Jawa, generasi muda diajak untuk terus mengenal dan menggunakan warisan budaya Jawa.
