Mabur.co- Mbah Maridjan, Abdi Dalem Juru Kunci Gunung Merapi legendaris yang ikut menjadi korban erupsi Merapi yang terjadi pada 26 Oktober 2010, sudah tiada.
Juru kunci Merapi, kini sudah diserahkan kepada anaknya, yaitu Mas Wedana Surakso Hargo atau yang biasa masyarakat memanggil dengan sebutan Mbah Asih. Terlahir sebagai anak Mbah Maridjan dan Mbah Ponirah, lahir di Sleman pada 7 Agustus 1966. Saat ini Mbah Asih tinggal di Huntap, Karangkendal, Umbulharjo, Sleman.
Dilansir dari Keraton Yogyakarta, semenjak kecil Mas Wedana Surakso Hargo, terbiasa melihat dan mendampingi sang ayah melakoni tugas-tugasnya, dan sudah terjun membantu tugas para Abdi Dalem, juru kunci, terutama saat menyiapkan upacara Labuhan.
Mbah Asih merupakan sosok yang sederhana dan rendah hati, sama seperti Mbah Maridjan. Mbah Asih didorong dan didaftarkan menjadi Abdi Dalem, meneruskan kiprah ayahnya. Sekitar tahun 1998, Mbah Asih mulai magang dan diwisuda pada 2000 dengan Nama Paring Dalem Surakso Hargo.
Mbah Asih merupakan sosok yang sederhana dan rendah hati sama seperti Mbah Maridjan. Karena sifat yang dimilikinya itu, maka tak heran istana menunjuknya sebagai orang yang dipercaya untuk menggantikan Mbah Maridjan sebagai juru kunci Gunung Merapi.
Namun pengangkatan Mbah Asih sebagai juru kunci Gunung Merapi tidaklah semata-mata karena ia anak Mbah Maridjan. Setelah Mbah Maridjan meninggal (2010), Mbah Asih dianggap sebagai orang yang paling tepat untuk menerima estafet peran sebagai pengirit (pemimpin) kelompok Juru Kunci Gunung Merapi.
Penunjukan Mbah Asih langsung dari Istana Ngayogyakarta pada April 2011. ***



